Senin, 09 September 2013

rpp sejarah sma kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)
TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014
Nama sekolah             :        SMA AL HIKMAH
Nama Guru                  :        Dirgantara Wicaksono,M.Pd, M.M.
Mata Pelajaran            :        Sejarah Indonesia
Kelas I Semester         :        X / Satu
Pertemuan ke              :        25
Alokasi Waktu             :        2 Jam ( 2 x 45  menit )
A.                     Kompetensi Inti :

1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.    Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.    Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.            Kompetensi Dasar :
B.1  Menghayati keteladanan para pemimpin dalam toleransi antarumat
        beragama     dan mengamalkannya dalam kehidupan
  sehari-hari
B.2  Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya
        pada masa praaksara, Hindu-Buddha da nIslam.

B.3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam
        ilmu pengetahuan,teknologi,seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
        kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
        kejadian, serta menerapkanpengetahuan procedural pada bidang kajian yang
        spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
 B.4   Menalar informasi mengenai hasil budaya Indonesia termasuk yang berada d    lingkungan terdekat dan menyajikannya dalam bentuk tertulis


C.            Indikator pencapaian kompetensi.
C.1 menunjukan sikap keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran
       agamanya.
C.2 menunjukan sikap jujur dan bertanggung jawab.
C.3 Siswa mampu menjelaskan perkembangan kerajaan Islam di Indonesia.
C.4 Siswa mampu menampilkan informasi perkembangan kerajaan Islam di Indonesia



D.            Tujuan Pembelajaran
Setelah dan proses  pembelajaran, peserta didik  dapat :
D.1 menunjukan sikap keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran
       agamanya.
D.2  menunjukan sikap jujur dan bertanggung jawab.
D.3 Siswa mampu menjelaskan perkembangan kerajaan Islam di Indonesia.
            D.4 Siswa mampu menampilkan informasi perkembangan kerajaan Islam di Indonesia

E.   MATERI  AJAR
1.                                                      Perkembagan kerajaan Samudara Pasai
2.                                                      Perkembangan kerajaan Mataram Islam
3.                                                      Perkembangan Kerajaan Demak
4.                                                      Perkembangan Kerajaan Banten

F.   Metode Pembelajaran / Model-model pembelajaran.           
1.          Pembelajaran berdasarkan masalah (Problem Based Information)
2.          Ceramah variasi
3.          Tanya Jawab

Langkah-langkah metode PBI.
1.    Guru menjelaskan tujuan dan apa saja yang harus dipersiapkan dalam memecahkan permasalahan dan memotivasi pemecahan masalah.
2.    Guru membagi siswa dalam 4 kelompok.
3.    Guru mengorganisasikan  tugas belajar berhubungan masalah
4.    Guru mendorong siswa mengumpulkan informasi.
5.    Guru membantu siswa  dalam menyiapkan karya
6.    Kelompok menyiapkan hasil pemecahan masalah
7.    Guru memberikan evaluasi, dan kesimpulan,

G.                      Langkah-langkah Pembelajaran
Langkah
 Kegiatan
Kegiatan
Alokasi Waktu
Pembukaan
a.    Memberi salam
b.    Menyiapkan peserta didik secara baik agar termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran
c.    Mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi proses pembelajaran.
d.    Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai dengan silabus.
e.    Menjelaskan tujuan  dan manfaat pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
10
Menit
Kegiatan Inti
Guru membagi murid kedalam  4 kelompok:
Guru  membagi gambar dalam kelompok tugas

Kelompok 2
 

Kelompok 1
 
                           
   
                                            

Kelompok 3
 

Kelompok 4
 
 


Observing (Mengamati)
Siswa  diaajak untuk mengamati gambar yag ditampilkan guru diantaranya:
                    1.                                  Gambar peta kerajaan Mataram Islam
                    2.                                  Gambar peta kerajaan Demak
                    3.                                  Gambar peta kerajaan Banten
                    4.                                  Gambar peta kerajaan Samudra Pasai

 Questioning (Menanya)
-          Gambar apakah yang  terdapat  dalam tanyangan diatas?
-          Dimanakah  wilayah kekuasaan kerajaan tersebut.?
-          Kapan kerajaan tersebut berdiri?
-          Siapakah  raja termasyur dari kerajaan tersebut?
-          Mengapa kerajan-kerajan islam mengalami kemunduran?
-          bagaimana kondisi masayarakat pada masa kerajaan Islam.

  Assosiating ( menalar):
-          peta kerajaan Mataram Islam, Demak, Baten dan Samudra Pasai.

-          Mataram (diwilayah Jogja-Jateng)
Demak diwilayah  Jawa Tengah (Demak)
Banten (di wilayah Banten lama)
Samudra Pasai (di Aceh, Pasai)

-          Kerajaan mataram islam (abad 16)
Kerajaan demak (abad 15)
Kerajaan banten (abad 16)
Kerajaan samudra pasai (abad 13)

-          Mataram Islam ( Sultan Agung)
Kerajaan Demak (Rden Patah )
Kerajaan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa)
Kerajaan Samudera Pasai (Sultan Malik As Shaleh)

-          Kemunduran terjadi karena:
Peperangan
Invasi  kekuasaan asing, khususnya Eropa
Regenerasi kekuasaan tidak berjalan  dengan baik


-          Dalam kehidupan  sosial  Pengaruh hindu dan Buddha masih bias terlihat dalam kehidupan masyarakat. Misalnya dalam  upacara kelahiran, upacara kematian, penggunaan nama.
Dalam kehidupan politik:  

 Uraian  Materi :

Kerajaan Mataram Islam

berdiri berkat perjuangan dari Ki Ageng Pemanahan yang meninggal pada 1575. Setelah meninggal, digantikan oleh anaknya, yaitu Sutawijaya yang lebih dikenal dengan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah. Pada masanya, Kerajaan Mataram terus berkembang dan menjadi kerajaan terbesar di Jawa. Wilayahnya berkembang seputar Jawa Tengah, Jawa Timur, Cirebon, dan sebagian Priangan.

Pada masa Sultan Agung inilah Mataram mengalami puncak kejayaan.

Dalam perkembangan selanjutnya, Kerajaan Mataram terpecah belah sehingga berubah menjadi kerajaan kecil. Perpecahan disebabkan adanya gejolak politik di daerah-daerah kekuasaan Mataram dan peran serta VOC dan penguasa Belanda yang menginginkan menguasai tanah Jawa.

Dalam Perjanjian Giyanti (1755) disebutkan bahwa wilayah Mataram dibagi menjadi dua wilayah kerajaan sebagai berikut.

a. Daerah Kesultanan Yogyakarta yang disebut Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mangkubumi sebagai rajanya dan bergelar Hamengkubuwono.

b. Daerah Kasuhunan Surakarta yang diperintah oleh Pakubuwono.

Akibat Perjanjian Salatiga peranan Belanda dalam pemerintahan Mataram semakin jauh sehingga pada 1913 Mataram akhirnya terpecah menjadi empat keluarga raja yang masing-masing memiliki kekuasaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasuhunan Surakarta, Pakualaman dan Mangkunegaran.

Kerajaan Demak
merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Raden Patah (bergelar Alam Akbar Al Fattah) adalah putra Raja Majapahit Brawijaya, dengan ibu keturunan Champa (daerah yang sekarang perbatasan dengan Kamboja dan Vietnam)

Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami masa surut, secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah - wilayah yang terbagi menjadi kadipaten-kadipaten tersebut saling serang, saling mengklaim sebagai ahli waris takhta Majapahit. Pada masa itu, arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati, yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Sementara, Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo, Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syech Siti Jenar.

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan Nusantara. Pati Unus adalah seorang raja yang memimpikan kembalinya kejayaan Majapahit melalui Demak. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu.

Kepemimipinan Sunan Prawoto tidak mulus. Sunan Prawoto ditentang oleh adik Sultan Trenggono, Pangeran Seda Lepen. Pangeran Seda Lepen terbunuh, dan akhirnya pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya dihabisi oleh suruhan Arya Penangsang, putra Pangeran Seda Lepen.

Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa takhta Demak. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Adipati Jepara, ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. Arya Penangsang akhirnya dihabisi oleh pasukan Joko Tingkir, menantu Sunan Prawoto. Joko tingkir memindahkan istana Demak ke Pajang, dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang.

Kerajaan Banten
Pendiri Kerajaan Banten adalah Sunan Gunung Jati dan raja pertamanya adalah Hasanuddin yang merupakan anak dari Sunan Gunung Jati. Semula wilayah ini termasuk bagian dari Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Banten memiliki hubungan dengan kerajaan Demak. Hasanuddin menikah dengan putri Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak, yaitu Maulana Yusuf dan Pangeran Jepara.

Dalam perkembangan selanjutnya, Maulana Yusuf pada 1570 menggantikan ayahnya untuk menjadi raja Kerajaan Banten yang kedua sampai dengan tahun 1580. Setelah itu, dilanjutkan oleh anak Maulana Yusuf (1580-1605), kemudian Abdul Mufakhir, Abu Mali Ahmad Rahmatullah (1640-1651) dan Abu Fatah Abdulfatah yang lebih dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1582). Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa inilah Kerajaan Banten mengalami puncak kejayaan.

Kerajaan Samudra Pasai
merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, didirikan oleh Malik As-Saleh. Kerajaan ini terletak di Lhok Seumawe Aceh Utara. Wilayahnya sangat strategis karena berada di daerah Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan dan pelayaran internasional. Pada masa pemerintahan Malik As-Saleh, Kerajaan Samudra Pasai berkembang menjadi bandar-bandar pelabuhan besar yang banyak didatangi oleh pedagang dari berbagai daerah, seperti India, Gujarat, Arab, dan Cina. Dalam perkembangannya setelah Malik As-Saleh wafat pada 1927, kegiatan pemerintahan dilanjutkan oleh putranya, yaitu Sultan Muhamad Malik Al-Taher (1927 – 1326), Sultan Ahmad, dan Sultan Zainul Abidin.


  Experimen( mencoba);
Siswa diajak untuk mencoba memberikan  jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan.

   Networking ( membentuk jaringan );
        
                        Peserta didik membuat kesimpulan melalui ketua berkelompok dibantu oleh guru.

                        Menfasilitasi peserta didik/ kelompok untuk membuat laporan dan penjelasan audio visual

                        Memberikan  konfirmasi terhadaap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber.

                        Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.

                        Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
60
menit
Kegiatan Akhir
1.      Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/ kesimpulan pelajaran..
2.         Melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisnten dan terprogram.
3.         Menutup dengan doa.

10 menit

H.            Sumber Belajar/Alat/Bahan :
    
1.    Atlas sejarah
2.    Buku Pembelajaran Sejarah kelas X kurikulum 2013
3.    Buku Sejarah Perkembangan Islam
4.    Book on line , History of java, unduh (www. Dirgantara.gudangmateri.com)
5.    Ensiklopedi online (wikipedia.com/ http.dirgantarawicaksono.blogspot.com)


I.               Penilaian :

Penilaian  Unjuk Kerja:
Siswa menampilkan penjelasan perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia  bentuk media power point

Penilaian Proyek:
Siswa aktif melakukan pencarian sumber baik buku, diskusi dan internet
                         Penilaian tertulis:
1.       Sebutkan kerajaan bercorak Islam di Indonesia
2.       Sebutkan benda hasil budaya kerajaan Islam diIndonesia
3.        perbedaan antara kerajaan islam di jawa dan sumatera
4.       Jelaskan proses perkembangan kerajaan Islam di Indonesia
5.       Bagaimana kehidupan masyarakat pada masa kerajaan Islam.











      Penilaian Portofolio:
                              1.        Siswa mengumpulkan hasil power point perkembangan kerajaan islam di Indonesia.
                              2.        Siswa melakukan upload hasil karya power point di internet.


Mengetahui                                                              Jakarta, 9 September 2013           
Kepala  SMA AL Hikmah                                        Guru Sejarah


Dirgantara Wicaksono,M.Pd, M.M                        Dirgantara Wicaksono,M.Pd, M.M 


















Penilaian Proses dan Hasil Belajar:
6.      Penilaian proses
NO
ASPEK YG DINILAI
TEKNIK
PENILIAN
WAKTU
PENILAIAN
INSTRUMEN
PENILAIAN
KET:

1.
2
3
4
5
RELEGIUS
TANGGUNG JAWAB
PEDULI
RESPONSIF
SANTUN
PENGAMATAN
PPROSES
LEMBAR
PENGANATAN




Jumat, 19 Juli 2013

Psikologi Pendidikan AIK (Al Islam Kemuhammadiyahan)

PSIKOLOGI PENDIDIKAN 'AIK'
(AL ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN)
Oleh : Dirgantara Wicaksono,M.Pd
(Dosen Tetap PGSD,FIP,UMJ)

1.      Pengantar
Secara hermenitik dalam kajian Ilmu pengetahuan, terdapat pemisahan anatara ilmu psikologi dan ilmu pendidikan walaupun kedua bidang ilmu yang mengkaji perilaku manusia, sehingga memiliki common ground (dasar yang umum) yang cukup evident (penting). Objek kajian yaitu perilaku manusia sebagai hasil interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, bersumber dari berbagai ilmu dan keduanya bersifat multireferensial. Kedua disiplin adalah bidang ilmu yang muda, artinya menjadi mandiri pada abad ke 19 (untuk psikologi) dan abad 20 (untuk pedagogik). Bedanya adalah bahwa psikologi adalah bersifat empiris dan mengkaji perilaku nyata sebagaimana adanya (as it is), sedangkan ilmu mendidik (pedagogik) lebih bersifat normatif dalam mengkaji perilaku manusia (as it should be). Referensi jamak yang dikandung oleh ilmu psikologi adalah filsafat, ilmu alam dan ilmu kedokteran, sedangkan referensi jamak yang dimiliki pedagogik adalah filsafat, antropologi, sosiologi, psikologi.  Ilmu mendidik adalah kajian perilaku manusia maka sebagai ilmu yang teoritis, ia bersumber dari dan diperuntukkan bagi praktek pendidikan dimana aspek psikologi melekat secara bersama-sama dalam dirinya. Sementara kajian agama islam terutama dalam Al islam kemuhammadiyahan , dimana Al islam kemuhammadiyahan islam membahas bagaimana pendidikan awal yang harus ditanamkan kepada anak-anak kita sesuai dengan prilaku rosullulah , yaitu pendidikan iman seperti setiap bayi yang baru lahir disunnahkan untuk didengungkan Asma Allah. Demikian juga pendidikan keimanan atau spiritual diajarkan oleh lukman kepada anaknya. Selain pendidikan spiritual Al islam kemuhammadiyahan , juga menjelaskan bagaimana manusia harus menggunakan akal pikirannya melalui ilmu pengetahuan untuk mempelajari alam ini.

II.   Pembahasan       
Tugas orang tua terpenting adalah mendidik dan membimbing anaknya agar menjadi manusia terpelajar dan berakhlak mulia. Orang tua tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan jasmani anak. Perhatian, kasih sayang, dan komunikasi yang baik sangat menunjang perkembangan jiwa anak-anak. Agama islam juga menjelaskan bagaimana pentingnya kasih sayang, komunikasi interpersonal antara anak dengan orang tua seperti digambarkan dalam kisah al-qur’an mengenai Lukman dengan anaknya, Nabi Yusuf dengan ayahnya, serta Nabi Ibrahim dengan anaknya Ismail. Kalau kita kaji kandungan ayat Allah tersebut banyak mengandung prisnsip-prinsip psikologi dan pendidikan.

2.1.    Manusia sebagai Mahkluk berpikir (Sosial Rasional)

Allah SWT pernah menjadikan manusia sebagai mahkluk yang mampu menggunakan otak untuk berpikir. Ayat-ayat dalam al-Qur’an banyak menjelaskan agar manusia menggunakan akal dan pikirannya. Untuk melakukan pemikiran tersebut Allah SWT telah mempersiapkan otak yang sangat komplit dan kompleks.
Sehubungan dengan fungsi berpikir, otak dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri.
Secara rinci, cara berpikir belahan otak sebagai berikut: setiap belahan otak terdiri dari bagan-bagan atau lobus. Lobus bagian depan berfungsi untuk berpikir, lobus bagian samping berfungsi untuk mendengar dan keberbahasaan. Lobus bagian atas berfungsi untuk pusat rasa dan bergerak dan lobus bagian belakang berfungsi untuk penglihatan.

Selain itu fungsi otak sebelah kanan dan sebelah kiri sebagai berikut:

            Otak sebelah kanan                                                Otak sebelah kiri
            Berpikir divergen                                          berpikir konvergen  
           
            - Kreativitas                                                   - Anilitis
            - Holistik                                                         - Linier
            - Imajinatif                                                      - Logis – teratur
            - Musik                                                           - Matematik logis
            - Interpersonal                                              - Visual
            - Intrapersonal                                              - Spasial       
           
Pusat-pusat otak akan terangsang melalui indra yang mengalirkan bagaikan aliran listrik,  semua informasi ke pusat-pusat otak melalui serabut-serabut syarafnya. Kita sebagai orang tua atau guru hendaknya mengembangkan kedua belahan otak secara seimbang melalui proses pembelajaran.
Agar proses pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan anak, Jean Piaget membagi perkembangan kognisi anak sebagai berikut:
-       Tahap Sensori Motor (usia 0 – 2 tahun)
Pada masa ini skema anak sangat terbatas. Anak hanya mempunyai kemampuan untuk menggemggam, mengisap, dan melihat benda. Pada masa ini anak hanya tertarik kepada benda yang ada pada saat itu. Apabila benda disingkirkan anak akan langsung lupa (usia 0–8 bulan). Pada usia 8–12 bulan anak sudah mampu menyadari benda yang ada, sekalipun suatu benda disingkirkan (permainan) maka ia berusaha untuk mencari mainan atau benda tersebut. Masa ini disebut masa ketatapan benda. Pada masa ini juga anak sudah mengembangkan hubungan antara pergerakan otot dengan pengaruhnya terhadap lingkungan; mengembangkan struktur mental untuk melambangkan dunia serta memikirkan benda-benda yang dilihat; menghasilkan kata-kata dan menggunakannya.
-       Tahap Pra Operasional (usia 2-7 tahun)
Masa ini berkaitan dengan perkembangan bahasa dan ingatan. Anak mampu mengingat dan mengerti sesuatu hal yang terjadi dilingkungannya walaupun masih bersifat sederhana. Perkembangan inteleknya bersifat egosentris (menyamaratakan). Mereka tidak menyadari bahwa orang lain mempunyai pandangan berbeda dengannya dan mengalami keterbatasan konservasi (masalah volume dan ukuran).
-       Tahap Operasi Kongkrit (usia 7 – 11 tahun)
Anak pada masa ini masih tergantung pada benda, mampu mempelajari kaidah lingkungannya, mampu menggunakan logika sederhana dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
-       Tahap operasi formal (11 – dewasa)
Pada masa ini anak telah mampu mengembangkan hukum dan mengerti peraturan yang berlaku umum dan pertimbangan ilmiah. Selain itu anak sudah dapat membuat hipotesis dan membuat kaidah tentang hal yang bersifat abstrak.

            Berkaitan dengan pentahapan ini, seyogyanya orang tua dan guru memberikan contoh benda yang merangsang perkembangan otaknya sesuai dengan pentahapan tersebut. Selain itu orang tua harus berkomunikasi dengan anak dengan cara yang lemah lembut sesuai dengan ajaran agama kita. Juga orang tua harus mengenalkan Asma Allah, nyanyian yang bercirikan islam, serta mengkaitkan kekuasaan Allah SWT ketika memperkenalkan anak dengan lingkungannya seperti memperkenalkan tanaman, hewan, benda-benda langit (bintang), dan sebagainya. Pada masa operasi kongkrit (usia 7 – 11 tahun) anak juga perlu dirangsang pemikiran sederhana mengenai alam dan lingkungannya sesuai kaidah-kaidah agama. Pada tahap operasi formal anak sudah harus diajarkan mengenai hukum-hukum yang terkait dengan agama selain pelajaran umum serta pertimbangan-pertimbangan ilmiah yang didasarkan kepada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
            Cara terbaik untuk menjelaskan berbagai hal yang terkait dengan psikologi anak yakni dengan cara penuh kasih sayang, perhatian, dan dengan contoh serta teladan dari orang tua (mauizhoh khasanah).  Melalui komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak akan terjalin hubungan timbal balik, saling menyayangi, mengasihi dan saling mempercayai.

2.2.    Manusia sebagai Mahkluk Emosional

Emosi adalah perasaan yang hebat terhadap seseorang atau suatu objek tertentu. Defenisi lain mengemukakan emosi adalah keadaan perasaan yang komplek yang mengandung komponen kejiwaan, badan, dan perilaku yang berkaitan dengn affect (sikap) dan mood (perasaan). Emosi terkadang bisa mendorong seseorang menuju kepada kebaikan, seperti kepedulian terhadap orang yang mendapat musibah, keinginan untuk menolong dan mau berbagi rasa baik suka maupun susah. Emosi dekat sekali dengan dorongan atau motivasi.
Proses terjadinya emosi disebabkan karena aktivitas sel dalam area otak yang secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh urat syaraf yang berasal dari area inti otak. Emosi ini sangat terkait dengan bagaimana seseorang mampu mengolah atau memanage emosi tersebut, biasa disebut dengan kecerdasan emosional. Keterampilan kecerdasan emosional tersebut hendaknya bisa kita olah.
Pendekatan kecerdasan emosional  ini terdiri dari 4 (empat) keterampilan yang merupakan hirarki atau urutan. Keempat pendekatan tersebut sebagai berikut:
(1)      Identifikasi emosi.
Emosi-emosi ini merupakan data yang akan menunjukkan kejadian apa yang paling penting disekitar kita. Kejadian-kejadian tersebut hendaknya kita mampu mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi kita kepada orang lain sehingga terjadi komuniksi yang efektif, misalnya bagaimana kita mengemukakan emosi kita pada kelompok sosial tertentu atau pada lingkungan tertentu. Tentunya kita harus bisa membedakan peristiwa yang menyenangkan dan peristiwa yang menyedihkan. Dan ini akan diekspresikan secara tepat oleh kita sesuai dengan situasinya.
(2)      Menggunakan emosi.
Emosi secara langsung mempengaruhi perhatian kita terhadap suatu peristiwa penting. Emosi tersebut akan terwujud dalam bentuk perilaku dan emosi tersebut akan membantu mengarahkan kita untuk proses pemikiran kita untuk menyelesaikan masalah-maslah kita.
(3)      Mengetahui tentang emosi
Kita melakukan sesuatu karena ada sebab. Kita akan merubah perasaan kita sesuai dengan aturan yang ada. Pengetahuan kita tentang emosi merupakan refleksi dari kemampuan kita untuk menganalisis emosi kita.
(4)      Mengolah emosi
Karena emosi dimulai dari informasi dan diikuti oleh pemikiran maka kita mampu melakukan kecerdasan emosional sesuai dengan alasan kita, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan perilaku kita. Kemampuan mengolah emosi inilah yang menjadikan kita menjadi orang yang bijaksana dalam mengatur perasaan kita.

            Agama islam banyak mengungkapkan bagaimana kita harus mengolah hati kita. Misalnya apabila kita ingin marah maka hendaklah kita memikirkan apa faedah marah. Dalm agama islam mengajarkan kita bahwa suara hati selalu mengarah kepada perbuatan yang baik. Banyak ayat Allah yang mengingatkan kita agar mampu mencerdaskan emosional kita. Dalam surat Al-baqarah Allah berfirman agar kita senatiasa menjaga persatuan dan menghindari perceraian. Juga Allah berfirman agar kita menjadi orang yang sabar, karena Allah SWT senang pada orang yang senantiasa bersabar. Allah SWT juga berfirman agar kita berperilaku adil baik pada diri sendiri maupun kepada orang lain. Allah SWT juga menganjurkan agar kita menebar kasih sayang kepada seluruh mahkluk ciptaannya.  Asmaul Husna yang terdiri dari 99 sifat mulia antara lain meliputi; pencipta, penyayang, memelihara, sejahtera, adil, suci, berkuasa, pemurah, mulia, berhitung, pemberi, dan pengampun. Kesemuanya itu merupakan kecerdasan emosi dan spiritual suara hati dalam satu kesatuan suara hati, pikiran dan tindakan dalam keseharian kita. Secara psikologis pendidikan Islam pembentukan pribadi seperti tergambar dalam ajaran agama,dengan menyontoh ciri-ciri Allah yang Maha Sempurna yang tertera dalam asmaul-husna serta tauladan dari Nabi Muhamad SAW
           
2.3.    Kecerdasan Spiritual
         Kecerdasan spiritual merupakan lanjutan dari kecerdasan emosional. Kecerdasan spiritual dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi,  semua aktivitas yang dilakukan sesuai dengan ajaran agamanya, tidak mudah terombang-ambing, demikian pula sebaliknya bagi orang yang memiliki kecerdasan rendah segala aktivitas yang dilakukan banyak menyimpang dari ajaran agamanya sehingga mudah terombang-ambing. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi  hatinya sangat dekat dengan Allah SWT.
         Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkn perilaku dan hidup kita dalam konteks makn yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermkna dibandingkan dengan yang lain. Kecerdasan spiritual merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan kecerdasan akal dan kecerdasan emosional secara efektif. Dasar kecerdasan spiritual ialah iman kepada Allah SWT, yang harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita.
         Kecerdasan spiritual tersebut adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, malalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia seutuhnya dan memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik), serta berprinsip hanya karena Allah.

III.     Kesimpulan
         Psikologi pendidikanAl islam kemuhammadiyahan  merupakan suatu integritas dari dasar-dasar psikologi dan pedagogik yang  dilandasi oleh spiritual, dalam hal ini ajaran rosullulah baginda nabi Muhammad SAW. dalam hal ini Allah telah memberikan akal dan hati nurani untuk dikembangkan melalui pendidikan. Dengan pendidikan yang didasari prinsip-prinsip ajaran agama akan membentuk pribadi dengan kemampuan berpikir  yang mengoptimalkan kemampuan modalitas otak baik otak belahan kanan dan belahan kiri.Tugas orang tua dan guru bagaimana cara merangsang ke dua belahan otak tersebut dengan metoda dan teknik yang tepat.
         Dengan memperhatikan perkembangan anak, orang tua dan guru  hendaknya memacu anak untuk mengembangkan kecerdasan intelektual,     emosional dan spiritual, menuju insan kamil yang menjadi dambaan setiap individu .
      
DAFTAR PUSTAKA          
David R. Caruso, Peter Salovey. The Emotionally Intelligent Manager: How to Develop and use the Four Key Emotional Skills of Leadership. Printed in the United States of America, 2004  

Sri Esti Wuryani Djiwandodno. Psikologi Pendidikan. Penerbit PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2002.

Malcolm Hardy, Steve Heyes. Pengantar Psikologi. Penerbit Erlangga. Jakarta, 1988.


Ary Ginanjar Agustian. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual: Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Penerbit Arga. Jakarta. Indonesia, 2001.  

kajian kritis mengenai Globalisasi Abad 21

" GLOBALISASI "
 Oleh : 
Dirgantara Wicaksono 
( Dosen ISBD , UNJ )
A.    Pengertian Globalisasi
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Dan Globalisasi juga merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.

B.     Konsep Globalisasi

Dibawah ini beberapa konsep globalisasi menurut para ahli adalah:
a. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
b. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
c. Thomas L. Friedman
Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
d. Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
e. Leonor Briones
Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan pergerakan wanita

  1. Proses Globalisasi
Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup.
Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial.
Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
a.       Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
b.      Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
c.       Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
d.      Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

  1. Tiori Globalisasi

Didalam globalisasi ini Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
a.       Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
·         Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
·         Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
b.      Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
c.       Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan
  1. Macam-macam Gerakan Globalisasi
a.       Gerakan pro-globalisasi
Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.

b.      Gerakan Anti Globalisasi
Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). "Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.


  1. Macam-Macam Globalisasi

1.      Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a.       Globalisasi Produksi
b.      Globalisasi pembiayaan
c.       Globalisasi tenaga kerja
d.      Globalisasi jaringan informasi
e.       Globalisasi  Perdagangan
Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia. Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan  globalisasi ekonomi, diantaranya:
a.       kebijakan globalisasi ekonomi
·         Produksi global dapat ditingkatkan
·         Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
·         Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
·         Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
·         Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
b.      keburukan globalisasi ekonomi
·         Menghambat pertumbuhan sektor industri
·         Memperburuk neraca pembayaran
·         Sektor keuangan semakin tidak stabil
·         memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
2.      Globalisasi Kebudayaan
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).
Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.
a.      Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan
·         Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
·         Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
·         Berkembangnya turisme dan pariwisata.
·         Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
·         Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
·         Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia
  1. Dampak Globalisasi
Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakan modern.
Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.
Sedangkan dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif, salah satu contoh dengan hadirnya modernisasi disegala bidang kehidupan, terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual. Selain itu juga timbulnya sifat ingin serba mudah dan gampang (instant) pada diri seseorang. Pada sebagian masyarakat, juga sudah banyak yang mengikuti nilai-nilai budaya luar yang dapat terjadi dehumanisasi yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
KESIMPULAN 
1.    Globalisasi  merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
2.      Bahwa proses terjadinya globalisasi dalam aspek sosial terjadi dengan cara melalui media televise baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melalui interaksi yang terjadi dimasyarakat.
3.      Bahwa dampak yang ditimbulkan era globalisasi pada aspek sosial yaitu terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual, serta sifat ingin selalu instant pada diri seseorang.

4.    Bahwa penanggulangan pada dampak era globalisasi pada aspek sosial diantaranya diadakannya pembangunan kualitas manusia, pemberian life skill, memberikan sikap hidup yang global dan menumbuhkan wawasan, identitas rasional serta menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.