Rabu, 05 Februari 2014

sistem informasi multimedia dalam Pembelajaran

Penellitian multimedia tidak dilepaskan dari riset dari teknologi pendidikan, bagaimana penelitian yang dilakukan teknologi pendidikan, bagaimana penelitian multiemdia tersebut. mengapa penelitian diperlukan secara sederhana untuk memperoleh kebenaran yang dicari untuk mendapatkan semurni mungkin untuk mendapatkan kaidah ilmiah untuk mendapat pengetahuan secara sistematis sehingga menjadi ilmu yang ada dan diaplikasikan menjadi nilai tambah menjadi ranah teknologi. Ranah teknologi tidak dapat dipisahkan oleh riset terdahulu, penelitian yang pesat mendorong teknologi yang lain. hp berkembang secara cepat tidak lepas dari riset yang terdahulu yang sehingga dikaitkan oleh riset dan development.
Teknologi pendidikan adalah
1.       Teori dasar dipakai dalam teknolgi pendidikan
a.       Definisi and roles
Teori adalah serangkaian proporsisi yang terkait satu dengan lalinnya sehingga menjadi hubungan dalam bentuk sebab akibat dsb. Apa yang menjadi sebab dan akibat, karena teori tersebut menjadi pola yang kita miliki untuk menjelaskan suatu fenomena kenapa hal itu terjadi, maka teori dapat digunakan untuk memecahkan masalah, memprediksi apa yang terjadi.
Kenapa teori dilalui penelitian, tujuannya untuk memperkaya atau membantah teori yang ada. Sehingga menjadi program multimedia yang baru sehingga dapat dipatenkan.
b.      Kategori yang terkait dengan teori dasar
1)      Teori sistem
Dapat melihat teknologi pendiidikan menggunakan teori sistem sehingga terjadi dengan dirnya sehingga menjadi lebih besar, sehingga komponen terkait satu dengan lainnya untuk mencapai satu tujuan. Apabila kita bicara sebab akibat akan menjadi suatu sistem. Menurut buku genera sistem ada 10 hukum teori sistem dilakukan analisis masalah, kebuuthan, tentukan tujuan, dan desain pembelajaran yang menjadi teori sistem. Contohnya mobil mogok maka minyaknya habis sehingga tidak berjalannya mesin tersebut terkait dengan minyaknya, dapat pula businya mati, sehingga sistem dapat dilepaskan satu dengan lainya saling berhubungan.
a)      Pendekatan sistem pembelajaran
b)      Pendekatna sistem dalam pembelajaran terdiri atas
(1)    Sistem definisi terdiriatas
(2)    Sistem design teridri atas spesifik performance standars
(3)    Material specification design limit
(4)    Sistem evaluasi terdiri atas evaluasi 
2)      Teori komunikasi (communication theory)
a)      Definisi teori komunikasi--< message, pengirim, penerima, media, feedback
b)      Proses komunikasià bagaimana cara mengemaskan pesan tersebut sehingga sampai kepada penerima secara efektif sehingga si pengirim dapat menyampaikan informasi yang diberikan, dan hindari noise-noise dalam memanfaatkan media tersebut.
(1)    Mengubah perilaku relatif melekat sehingga dapat melakukan pikirannya dibutuhkan mainsetnya secara terpaksa tidak menyadari apa yang dilakukan sehingga perlu diubah perilakukanya
Aliran behaviorism menurut thorndikes connectionism.
(a)    Yang serng dibicarakan oleh skinners operant conditiong, salah prinsipnya adalah mengenai periaku orang tersebut dibentuk dengan stimulus secara respon. Agar diketahui perubahan tersebut tujuan pembelajaran dirumuskan secara jelas konkrit, dan terukur, yang harus diperhatikan ABCD. Menurut skinners operant conditing untuk pengukuran dilakukan desired terminal objectives, required prior behavior, a sequence of instruction for 90% leve, teaching machine to strenghten, feedback for revision.
(b)   Ignore the cognitive processes in learning
c)       Komponen komunnikasi
d)      Teaching strategis ntuk mencapai outcome maka dilakukan secara terukur, apabila ranahnya afektif harus dirumuskan secara demikian rupa, maka perlu diamati dan diukur.
e)      Arahnya terhadap riset terdiri dampak teknologi pendidikan dari capaian hasil belajar. Pertanyaan penelitian adalah apakah atau sejauhmanakah peningkatkan komputer tersebut dalam hasil belajar. Dalam pengembangan dibutuhkan stimulus yang respon berupa perubahan perilaku. Oleh karena itu penelitian media untuk merubah perilaku.
f)       Dampak dari teknologi pendidikan
Dirumuskan tujuan dapat diamati terukur, melakukan prilaku awal, prinsip 90% dari mastery learning merupakan berpikir behaviorisme untuk dapat diukur dan tercapai, adanya belajar interaktif antara siswa dengan media, informasi dari siswa agar dapat menentukan media yang coock, sumber belajar, dari belajar interaktif tersebut bagaimana membuat media interaktif agar meningkatkan stimulus. Akan muncul pertanyaan apakah guru dapat digantikan oleh teknologi kalau berdasarkan behaviorisme dapat digantikan tetapi secara psikologis tidak bisa karena siswa perlu sentuhan, kasih sayang, sosialisasi, jadi fungsi guru sangat dibutuhkan.
Teori kognitivisme
Berpikir berdasarkan hasil yang terjadi didalam pikiran orang tersebut, maka dia melihat apa yang terjadi dalam dirinya, tokohnya jerome bruner, jean peaget, seymour papert. Teori ini mengatakan bahwa orang tersebut dapat belajar dimulai dari yang sederhana menjadi kompleks. Bagaiman orang itu belajar. Dia sudah tau ke pengetahuan yang baru dan dikatkan dengan yang telah dia tau. Kalau seperti itu maka penyajian materi pembelajaran berkaitan dengan tujuan, strategi, pengemasan pesan dikatikan dengan ditemukan kognitif teori tersebut, arah penelitiannya berbeda dengan yang dilakukan yang berpikir stimulus yang diperhatikan sehingga merubah pikirannya. Menyusun materi, bahan pembelajaran dan mengingatkan anak-anak apa yang telah didapatkan minggu lalu, dan membuat triger berupa pertanyaan pada pkok bahasan tersebut, memusahkan perhatiian baru, dan struktur konsepyang akan dipelajari berikutnya tujuannya untuk memudahkan menangkap apa yang dipelajarinya untuk mendapatkan pengetahuan baru.
Bagaimana tipe-tipe penelitian sebagai akibat perkembangan behaviorisme, kognitivisme, konstruksisme tersebut.
Ada 4 tahap :
  1. Penelitian evaluasi à pendekatan behaviorisme
  2. Penelitian komparasi/perbandingan à pendekatan behaviorisme
  3. Penelitian intra medium à KOGNITIFISME
  4. Penelitian aptitude treatment interactionà pendekatan kognitivisme
Penelitian evaluasi untuk mengetahui apakah media tersebut dapat meningkatkan hasil belajar, apakah audio lebih bagus lebih bagus daripada papan tulis dengan mebandingkan dari satu media ke media lain. media dianggap variabel penentu sebagai mengubah perilaku karena sebagai stimulus
Penelitian Kognitivismeà Active learning, problem solving, konseptualisasi proses pembelajaran. Bahwa media itu termotivasi karena orang menjadi termotivasi sehingga menjadi pikiran. Bagaimana tampilan yang dibuat dapat berupa internetif multiemdia karena keterbatasan manusia maka medai dapat membantu contoh keterbatasan melihat, mendengar, melakukan, menghayati, menguasai. Hasil penelitian buat membuat hasil belajar tetapi hasil belajar adlaha materi yang disampaikan dalam meningkatkan hasil belajar dengan diperkuat dengan penyampaian materinya.
Penelitian ealuasi à apakah orang dapat belajar dari pesan yang disampaikan atau apakah media tertentu dapat digunakan untuk belajar? Hasil penelitian bukan media yang membuat orang dapat belajar tetapi bahan yagn disampaikan melalui media ini serta variabel pembelajaran lain.
Media apa yang terbaik adalah media yang ada tetapi bagiamana cara kita dapat menggunakan pesan sehingga sampai ke penggunanya sehingga orang tersebut termotivasi untuk belajar dan menyukainya.
Penelitian perbandingan media à apakah media ini lebih baik daripada media lain untuk keperluan pembelajaran. Hasil penelitian adlaha masing-masing media memiliki keunggulan dan tidak dapat digeneralisasikan, ketepatan penggunana media bergantung pada jenis pelajaran dan karakteristik siswa.
Penelitian intramedium
Pertanyaan adlah pendekatan pembelajaran mana yang paling efektif untuk penggunaan media tertentu? Atau untuk pembelajaran apa suaut media paling efektif. Hasil penelitian adalah banyak bermanfaat untguk mengarahkan penelitian efektifitas teknologi pendidikan adn desain penelitiannya kurang memperhatikan sikap siswa yang efektif contoh adlah apakah modul pembelajaran efektif untuk pembelajaran. Hasil penelitian adalah modul pembelajaran dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan apa, tujuan apa, penggunaanya. Penelitian ini dapat digunakan contoh pembelajaran seperti apa yang digunakan untuk pembelajarna anak-naka suku badui.
Penelitian aptitude treatment interaction

Pertanyaan adalah sejauh mana media dapat berinteraksi dengan proses kognitif. Hasilnya adlaah terdapat beragai korelasi antara variabel siswa dan isi bahan ajar, pentingnya gaya belajar yang berbeda-beda serta metoda pengolahan informasi. 

RESUME HOW TO REDUCE WORKPLACE CONFLICT AND STRESS

BAB I :
KEBIASAAN DIRI MENAKLUKAN DIRI SENDIRI DAN ORANG2 YANG BRILIAN : AKAN TERTIPU OLEH PESONA KEHINAAN
            Orang bodoh manapun dapat membuat sesuatu menjadi lebih besar, lebih kompleks, dan kejam. Hanya dengan sedikit sentuhan kejeniusan, dan keberanian yg besar, untuk masuk kearah yang berlawanan.
Albert Einstain 
            Guna berkembangnya ruang kerja, sangatlah penting untuk dapat mengerti dasar2 yang mendasari permusuhan dan mengambil langkah2 untuk mengembalikan kondisi ruang kerja yang lebih baik. Menciptakan suasana yang penuh apresiasi dan tulus, dimana karyawan dan manajemen bekerja dengan kesehatan & produktifitas yang optimal, diperlukan komitmen dan kemampuan.
Permusuhan sedang meningkat
Masyarakat kita tidak pernah mengklasifikasi tingkatan permusuhan yang ada. Namun, kita dapat menilai meningkatnya hal2 yang negative dan kesalahan di dalam budaya kita dengan melihat data2 statistik yang ada. Meskipun lingkungan kerja dibatasi dari perubahan2 yang ada di masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan juga akan mempengaruhi tingkat permusuhan yang terjadi.
Sifat Cepat Marah dan Permusuhan di Lingkunga Kerja
Sebuah studi pd tgl 22 April 1996, U.S News & World Report mengatakan bahwa 88 persen dari warga Amerika merasa kurangnya rasa hormat di lingkungan pekerjaan adalah  masalah yang serius dan semakin parah. Ketidak sopanan di lingkungan kerja tidak hanya di Amerika saja. Studi yang dilakukan di UK & Kanada pun menunjukkan hal yg sama.
Ketidak sopanan di lingkungan kerja lebih halus dibandingkan dengan kekerasan di lingkungan kerja, dan sering juga disebut dengan “kekerasan emosional,” “sikap tidak hormat,” konflik kepribadian,” “menggertak,” dan  “kekasaran.”
Ketidak sopanan dilingkungan kerja meliputi tingkah laku seperti;  komentar yang merendahkan diri orang lain, keputusan menolak tanpa memberikan alasan, menggangu jalannya rapat, menegur di depan umum, membicarakan orang lain dibelakang, mendiamkan orang lain, acuh terhadap orang lain, komentar kasar, tidak memberikan pujian, pandangan kotor, menghina orang lain, dan berteriak.
Pemimpin bukan berarti dibebaskan untuk melakukan ketidak sopanan. Sebuah studi yang di kutip dari Journal of Occupational Health Psychology,  sepertiga dari tingkah laku di lingkungan kerja dilakukan oleh supervisor – yang kemudian disebut oleh para konsultan sebagai “pariah lingkungan kerja”.
Stress, Ketidaksopanan, Sifat Cepat Marah, dan Tindakan Kasar
Jed Diamond, pengarang “Irritable Men’s Syndrome”,  mengumpulkan beberapa data dengan mengirimkan survey ke Website Men’s Health dimana 6000 pria, berusia antara 10 sampai 75 tahun mengirimkan responnya. Hasilnya menyebutka bahwa berapa banyak pria “sering” atau “hampir selalu” merasa murung, negative, dan putus asa (51 persen); merasa sarkastis (54 persen); merasa lelah (43 persen); ingin keluar dari ini semua (62 persen); memiliki rasa takut akan kegagalan (55 persen); menjadi tidak sabar (57 persen); atau mengalami masalah tidur (51 persen).
Ada waktu Sebentar? (Got a minute?)
Ketika tingkat stress yang meningkat di kombinasikan dengan tekanan waktu yang menuntut seseorang,  maka seseorang  akan mencapai batas ketenangan dan tingkah laku yang sopan.
                                                         

Costs of Incivility (Harga dari Ketidaksopanan)
Ketika ketidaksopanan dan tindakan kasar  di lingkungan kerja lebih ditoleransi ketimbang di selesaikan, maka hal ini akan memberikan gambaran bahwa masalahnya akan semakin serius dikemudian harinya.
Studi yang di lakukan di Universitas North Carolina, karyawan yang dipaksa bekerja disuasana yang negative dilaporkan bahwa ; mereka kurang produktif ketika sedang menggerutu (50 persen); berhenti melakukan pekerjaannya (20 persen); kurang komitmen (37 persen); berfikir untuk berhenti (46 persen); atau berhenti bekerja (12 persen).
Ketika tingkat ketidaksopanan meningkat, maka tingkat stress pun akan ikut meningkat juga. Penyakit yang biasanya menyertai stress meliputi radang sendi, masalah punggung,  bronchitis kronis,  bisul perut,  penyakit jantung, asma, dan Migrain.  Tidak mengherankan kalau tingkat ketidak hadiran, keterlambatan, izin karena sakit, dan klaim kesehatan meningkat.
Predictable, pervasive errors (Kesalahan yang dapat di prediksi)
            Konflik yang destruktif dapat memutuskan hubungan persahabatan yg sudah terjalin lama,  melunturkan kerjasama yang brilian, dan perpisahan orang2 baik. Dalam kenyataan, kebanyakan konflik merupakan hasil dari kesalahan yg sebenarnya dapat diprediksi dan  dibuat oleh orang2 yang teliti.
Ketika konflik itu tidak terselesaikan dan konflik semakin panas serta sangat mengganggu situasi pekerjaan, biasanya pemimpin akan meminta bantuan dengan rasa segan.
Don’t just resolve destructive conflict – eliminate it! (Jangan hanya memecahkan konflik yg mengganggu – hilangkan!)
Apakah mungkin membantu orang2 untuk menghindari pemicu dari sifat cepat marah dan kecurigaan. Akankah orang2 tertarik untuk mempelajari bagaimana caranya menghindari ketegangan dan kesalahan? Adakah cara untuk mentransfer  wawasan selama  masa ketenangan?
Duped by the dazzle of contempt (Tertipu oleh Pancaran Rasa Tdk Suka)
            Sebenarnya tingkah laku yang membawa kita kepada masalah tidaklah sulit untuk diketahui  karena hal tersebut ada di mana-mana. Ketika konflik meluas, kebanyakan orang sangat sibuk memperhatikan tingkah laku orang lain sehingga mereka lupa dgn tingkah laku mereka sendiri.
            Namun, sekali anda sadar akan harga dari rasa tidak suka maka anda akan saagat ingin segera untuk keluar dari konflik tersebut.
Blame and turf wars are not human nature (Kesalahan dan Perang Taruhan bukanlah sifat dasar manusia)
Trench-validity and stickiness (Trench-validity dan  kelengketan)
            Anda boleh percaya bahwa memang memungkinkan bagi manusia untuk belajar cara2 baru dalam bertingkah laku – namun apakah manusia menjaga apa2 yg telah mereka dapatkan?
Frustration and “heart hassles” (Frustasi dan Pertentangan bathin)
            Frustrasi dapat disebabkan oleh drama yang menyertai deadline proyek atau begitu kerasnya kegiatan sehari-hari. Frustrasi bersifat  konstan, kecuali kita sudah pada titik puncaknya, residu dari gangguannya  bertambah dan memuncak.
            Timbulnya frustrasi tidaklah terpisah dan tersendiri. Ketika orang tdk menangani keadaan yang memburuk dengan baik, mereka tidak hanya akan mengahadapi situasi yang lebih sulit, namun juga merusak hubungan yang mereka miliki,  network personal dan professional mereka menjadi terurai.
Three cultures at work: Hostile, helpless, and hearty appreciation. (Tiga Budaya di Lingkungan kerja: Sikap bermusuhan, Tanpa Pengharapan, dan Apresiasi yg Tulus).
Respon pertama dari frustasi bersifat refleksif, berkobar-kobar, dan selalu mencari orang lain untuk dijadikan sebagai sumber dari permasalahan.
            Reaksi kedua adalah kritik diri yang bersifat kasar, dan biasanya mulai mendominasi pemikiran pada saat respon adrenalin memudar.
            Respon ketiga adalah reaksi reflektif, dan ketika masalah timbul, pola pemikiran ini hanya berfokus pada hal-hal yang sama.
BAB II :
KEMARAHAN MEMBUAT ANDA  BODOH, KESEPIAN DAN DEPRESI :  SI KEMBAR YANG TIDAK BAGUS ; MENYALAHKAN ORANG LAIN, MENYALAHKAN DIRI SENDIRI.

Otak yang sehat berfungsi untuk menjalankan instruksi-instruksi anda – andalah komposernya, otak adalah alat anda.
--Deepak Chopra, M.D., Peace is the Way

Saya frustrasi dan ini salah anda!
        Menyalahkan orang lain ketika anda mengalami frustrasi sama saja memberikan perintah kepada otak anda untuk mencari kebodohan pada orang lain! Anda beranggapan bahwa orang lainlah yang menyebabkan anda frustrasi.
Ketika sedang mencari kesalahan, fikiran kita hanya akan fokus pada “siapa”, bukan “Kenapa”.
Hitler dan sifat refleksif, respon irasional terhadap frustrasi.
      Dalam paragrap ini membahas tentang keyakinan Hitler terhadap apa yang menimpa bangsa Jerman pada saat itu. Ia mengatakan bahwa masalah bangsa Jerman dalam pembangunan, agama katolik, Gipsi, homoseksual, dan orang Yahudi merupakan kegagalam dalam masyarakat.


Pemikiran yang menghasut dan menguasai
       Menyalahkan orang lain akan suatu masalah menunjukkan bahwa seseorang sedang frustrasi. Orang yang menggunakan pemikiran menghasut terlalu melebih-lebihkan arti dari suatu kondisi yang tidak enak.
Contoh pemikiran yang sifatnya menghasut: Saya tidak tahu lagi! Kenapa tempat kopi ini selalu kosong?! Dan Dia sengaja mengacuhkan saya – hanya sekedar untuk membuat saya terlihat jelek!
Rasa Tidak suka dapat mencemarkan karyawan dan klien
       Ketika konflik terjadi antara pimpinan, bukan hanya hubungan mereka sendiri yang dirusak, namun juga dapat membuat seluruh organisasi dan pelanggan berada dalam keadaan trauma. Seorang karyawan melihat ketidak percayaan seorang supervisor sebagai bentuk kesetiaan, bukan sebuah kebencian. Mereka ingin boss mereka lebih sadar akan segala ancaman yang mungkin terjadi.
      Jika siapapun di dalam sebuah team berani merubah pola yang ada dan membuat pernyatan positif terhadap kelompok lain, maka team mereka akan segera dapat menyimpulkan tingkah laku pihak lain sebagai suatu bentuk manipulasi.
Setelah diperlakukan dengan tidak menyenangkan, 60 persen pelanggan akan menarik bisnis mereka ke tempat lain.
       Sikap karyawan dalam melayani pelanggan juga ditentukan oleh norma dalam menangani konflik dan frustrasi internal. Pelanggan mempunyai lebih banyak pilihan dibandingkan dengan seorang karyawan, dan mereka tidak mungkin bisa mentoleransi pelayanan yang tidak menyenangkan.



Target dan kambing hitam yang dapat diprediksi di lingkungan kerja
       Ketika pola fikir mencari kesalahan dan rasa tidak suka telah menguasai sebuah organisasi, tidak seorangpun yang akan selamat. Setiap individu dan seluruh kelompok menjadi target dengan alasan apapun yang masuk akal.
Kemarahan adalah sebuah perasaan; permusuhan adalah sebuah sikap
       Semakin kita mengedepankan rasa marah dalam menyikapi saat-saat frustrasi, maka kita sama seperti mengembangkan sikap permusuhan dan kebencian. Semakin sering kita melakukan hal ini, maka sikap ini akan menjadi sesuatu yang otomatis dan terjadi di luar kesadaran kita.
Kemarahan yang merusak, permusuhan, dan penyakit jantung
       Kemarahan adalah sikap yang sering diambil oleh banyak orang. Menyalahkan orang lain sepertinya merupakan salah satu tindakan dari proses pemecahan masalah. Namun, salah satu dampak dari sikap ini adalah resiko penyakit jantung.
       Ketika anda marah, tubuh akan dengan cepat menambah jumlah energi yang tersedia melalui peningkatan hormon, tekanan darah, dan denyut nadi. Cortisol, salah satu hormon yang dikeluarkan pada saat kemarahan yang memuncak, merupakan zat kimia yang sifatnya mengganggu, karena dapat merusak sel-sel yang menghubungkan ke jantung, dan membuat tambah sulit bagi tubuh untuk menjadi tenang.
Sistem pertahanan anda pun mengeluarkan zat kimia yang mengentalkan darah pada saat anda secara fisik mengalami luka.
Pada saat detak jantung mencapai 100 kali per menit, kita tidak lagi mendengar
       Dr. John Gottman, seorang peneliti dan ahli psikologi, mengatakan bahwa ketika detak jantung kita mencapai di atas 100 kali per menit maka anda tidak dapat lagi mendengar apa yang orang lain katakan, meskipun anda berusaha untuk mendengarkannya.

Kemarahan membuat anda bodoh
      Kapasitas intelegensi berkurang pada saat kita frustrasi, kegelisahan atau kekacauan dalam diri terjadi. Kondisi kejiwaan seperti ini menyebabkan ketidaklogisan dalam apa yang ada di dalam hati, mengurangi efisiensi syaraf. Ini merupakan salah satu alasan mengapa orang-orang pintar melakukan hal-hal yang bodoh. Doc Childre dan Bruce Cryer                                                                  From Chaos to Coherence
Apakah berteriak efektif?
       Ketika kita berteriak, orang lain pasti akan memberikan respon terhadap kemarahan kita. Dan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah akan berkurang karena teriakan kita. Mereka akan fokus pada dua reaksi; 1) menyelamatkan muka mereka, 2) berusaha untuk seri.
Supir yang lupa dan respon refleksif
       Ketika anda terlambat untuk sebuah janji yang sangat penting dengan pelanggan anda dan kegelisahan anda memuncak ketika anda terkena lampu merah. Di sebuah lampu merah, anda merasa kesal karena pengendara didepan anda sibuk melihat ke arah kursi belakang mobilnya. Ketika lampu berubah hijau, ia tidak sadar dan bahkan turun dari mobil untuk membuka pintu belakang mobilnya guna memeriksa barang yang ia cari. Anda langsung memencet klakson sekeras-kerasnya. Hati anda bertambah kesal karena di sebelah kanan ada mobil truk yang parkir sembarangan. Anda kemudian membuka kaca jendela mobil anda dan mulai berteriak kepada simpengendara yang di depan tadi. Namun dia sepertinya cuk saja dan dalam waktu satu atau dua menit ia kembali ke kursi depan dan mulai melaju mobilnya.
       Dalam kondisi itu, sudah pasti anda akan memberikan respon yang sifatnya menghasut diri anda. Apakah anda beranggapan orang tersebut idiot, terlalu bodoh sehingga tidak sadar kalau lampu lalu lintas sudah hijau, atau yang lainya. Jika kita menganalisa semua pernyataan-pernyataan yang kita ucapkan tadi, anda akan sadar bahwa semuanya merupaka asumsi kita terhadap orang tersebut. Dalam pemikiran yang sifatnya menghasut, kita melebih-lebihkan kepentingan dan kehebatan tingkah laku orang lain dan kita mengasumsikan bahwa sifat tersebut permanen. Ini merupakan salah satu alasan utama mengapa menyalahkan tidak akan pernah menyelesaikan masalah karena hanya akan fokus kepada orangnya, yang sudah pasti tidak dapat dirubah, bukan fokus kepaa permasalahannya. Sehingga, kita merasa putus asa dalam mencari solusinya,
Saya frustrasi dan ini salah saya!
       Terkadang pada saat kita merasa frustrasi, jika tidak menyalahkan orang lain, maka kita mencoba untuk menyalahkan diri kita sendiri. Reaksi ini kurang terlihat. Kebanyakan orang menyalahkan orang lain dan jarang yang menyalahkan diri sendiri. Namun, depresi muncul dari pola pikir yang sama seperti permusuhan terhadap orang lain – hanya saja arah dari panah “menyalahkan” menuju ke dalam.
Depresi, pekerjaan, dan kesehatan
       Seperti permusuhan, depresi juga mempunya dampak negatif terhadap kesehatan dan produktifitas. Depresi dianggap sebagai faktor resiko yang besar bagi penyakit jantung baik pria maupun wanita. Bahkan studi terakhri menyebutkan bahwa depresi juga merupakan faktor utama bagi kanker.
      Tubuh kita memproduksi kurang lebih 200 sel yang tidak sempurna setiap harinya. Sel-sel ini tidak memmiliki dua karakter. Mereka tidak mempunyai identitas, sehingga mereka menjadi bagian dari otak, tulang, dan yang lainnya, dan mereka juga tidak memiliki tutup yang berbunyi, “Stop bereproduksi, anda sudah lengkap.” Karena kekurangan inilah, sel-sel yang tidak sempurna ini   
Si Kembar yang Tidak Bagus: Menyalahkan orang lain dan menyalahkan diri sendiri
     Dua hal ini dianggap sama/ kembar karena kedua-duanya mempunyai DNA yang sama, atau pola pikir yang yang sama. Kenapa kedua-duanya disebut tidak bagus, karena kedua-duanya dapat merusak hubungan, kesehatan, momentum, dan mood kita, dan kedua-duanya 100 persen sangat tidak efektif di dalam menyelesaikan masalah.
      Menyalahkan orang lain hanya berakhir pada kemarahan dan energi permusuhan. Menyalahkan diri sendiri hanya berakhir pada kehilangan energi/daya, atau depresi.
Permusuhan dan rasa takut akan ketidak bergunaan
       Apa yang menyebabkan permusuhan? Meskipun banyak faktor yang berperan, Dr. William menyimpulkan bahwa sifat sinis, atau ketidak percayaan terhadap orang lain merupakan pemicu timbulnya permusuhan.

       Kekasaran dan ketidak sopanan mempunyai dampak yang merusak dalam pekerjaan dan masyarakat karena dianggap sebagai serangan terhadap identitas seseorang, konsep diri, atau status. Sehingga, orang tersebut menjadi marah dan keinginan untuk balas dendam yang sifatnya tidak proporsional terhadap tingkah laku yang menjadi penyebabnya.

pendidikan indonesia menuju kawasan ekonomi bebas tahun 2015

Pendidikan merupakan proses yang dialami manusia sepanjang kehidupannya. Pendidikan telah berjalan sejak manusia dilahirkan, yang biasa dikenal dengan pendidikan informal. Pendidikan informal sering dikaitkan dengan pendidikan di dalam keluarga, walaupun pendidikan ini  bisa melalui media, teman dan lingkungan pada umumnya. Selain pendidikan informal dikenal juga pendidikan formal atau pendidikan yang biasa dilaksanakan di lembaga pendidikan tertentu, atau an biasa kita kenal pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Selain itu kita mengenal  pendidikan nonformal, yaitu pendidikan yang lebih banyak dilaksanakan di masyarakat.
Ke tiga jalur pendidikan ini mengisyaratkan begitu luasnya arti pendidikan, namun orang banyak beranggapan bahwa scope pendidikan hanya terbatas pada pendidikan formal. Hal ini bisa dimengerti karena melalui jalur inilah seseorang diperkenalkan  baca tulis hitung ( calistung ). Melalui pendidikan formal ini diharapkan semua lapisan masyarakat, terutama anak usia sekolah tidak ada lagi yang buta aksara. Tetapi kenyataannya, masih ada anak anak maupun oang dewasa yang masih buta aksara di masyarakat kita.
UNESCO pada konferensinya di Dakar, dimana Indonesia salah satu penandatangan hasil konferensi tersebut, telah menyepakati pendidikan untuk semua ( Education for All ). Program pendidikan untuk semua difokuskan pada enam thema yang harus dituntaskan oleh Negara Negara penandatangan konferensi tersebut. Ke enam thema tersebut ialah : a) pendidikan untuk anak usia dini khususnya bagi anak yang rentan dan kurang beruntung agar ditingkatkan; b) Terkait dengan program gender, dipastikan bahwa di tahun 2015 semua anak khususnya permpuan , anak yang beraa dalam keadaan sulit terutama yang berasal dari etnis minoritas harus diselesaikan oleh Negara, dan Negara menyelesaukan wajib belajar ( WAJAR ) yang bebas biaya dan bermutu; c) Semua pemuda dan orang dewasa dipenuhi kebutuhan belajarnyamelalui progam keterampilan hidup dan pembelajaran yang tepat; d) Setiap Negara hendaknya memastikan bahwa di tahun 2015, paling tidak 50 persen khususnya pendidikan keaksaraan bagi orang dewasa pada kesetaraan gender( perempuan ),terutama pada pendidikan dasar dan menengah;e) Menghapus disparitas gender pada pendidikan dasar dan menengah di tahun 2005; f ) Meningkatkan semua aspek mutu pendidikan sehingga terukur , khususnya keaksaraan bilangan( angka) dan keterampilan / kecakapan hidup.
Dengan disepakatinya pendidikan untuk semua( PUS ), termasuk Indonesia, rasanya tidak ada alas an lagi bagi pemerintah untk tidak melaksanakan kesepakatan tersebut.
Mengacu pada  thema Education for All, dapat dipastikan bahwa salah satu hak anakialah hak mengembangkan diri yang diatur dalam Hak Asasi Manusia dan kebebasan dasar manusia, terutama hak mengembankan diri (Right to Self Development) pasal 11 – 16 UU No. 39 th 1999. Dari pasal-pasal tersebut yang terkait dengan pendidikan adalah pasal 12 yang menyebutkan setiap orang berhak atas perlindungan bagi pengembangan pribadinya, untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, bertanggungjawab, berakhalk mulia, bahagia, dan sejahtera sesuai dengan hak asasi manusia, juga pasal 13 lebih menekankan pengembangan diri melalui IPTEK yang menyebutkan “setiap orang berhak untuk mengembangkan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya sesuai dengan martabat manusia demi kesejahteraan pribadinya, bangsa dan umat manusia.
Bagaimana nasib seorang anak yang pada dasarnya mereka masih polos seolah kertas putih yang bersih. Mereka tidak mengerti apa yang harus dikerjakan, bagaimana menyalurkan minat dan hobi serta potensi dirinya. Padahal pada intinya manusia/anak, Tuhan Yang Maha Esa telah membekali manusia dengan sel saraf yang jumlahnya sekitar 1-2 milyar dan neuron tersebut akan berkembang dengan baik dan akan mendekati kesempurnaan bila direspon dengan berbagai kegiatan melalui komunikasi / bahasa serta suritauladan dari orang tuanya/orang dewasa.
Menurut penelitian justru pada masa perkembangan awal anak dendrif (merupakan cabang) dari neuron yang terstimulus akan berkembang dan bercabang begitu banyak dikala usia 0 – 3 tahun. Sementara banyak anak di masyarakat kita terlantarkan perkembangan denderitnya  karena ketidak tahuan orang tua atau lembaga pendidikan anak usia dini yang tidak dapat diikuti oleh setiap anak dikarenakan biaya yang tidak terjangkau. Mengingat pentingnya perkembangan anak terutama potensi , UU HAM th 1999 pasal 60 ayat (1) Setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan  pribadinya sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya. Ayat (2) Setiap anak berhak mencari, menerima dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat intelektualitas dan usianya demi pengembangan dirinya sepanjang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.
Kalau kita tinjau dan telaah secara cermat berapa besar nikmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya terutama salahsatu kelebihan manusia yang tidak ternilai ialah otak. Otak yang secara garis besar terdiri dari 3 bagian mempunyai peran yang berbeda walau terletak di satu tempat yaitu tengkorak manusia. Ketiga bagian itu ialah:
-       Batang otak/medula oblongata (brain steem)
Bagian otak ini mengatur gerak refleksi fisiologi tumbuh seperti pernafasan, kerja jantung, dan peredaran darah. Bagian ini bekerja tanpa komando kita. Betapa reportnya manusia apabila ia harus mengatur pernafasan, kerja jantung dan peredaran darah.
-       Otak kecil (cerebrum)
Bagian otak ini berperan untuk pengaturan keseimbangan dan pusat koordinasi otak. Melalui otak kecil inilah, kita sebagai manusia mempunyai keseimbangan antara tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kaki kiri dan pasangan pancaindera lainnya.
-       Otak besar    
Bagian otak ini merupakan yang paling besar dari bagian otak, namun bagian yang paling penting yaitu konteks dimana terdapat beberapa lapis sel teratas yang merupakan kendali utama dari perilaku keacerdasan yaitu untuk fungsi: kecerdasan, kesadaran, ingatan/asosiasi, pandangan dan kemamuan. Dalam fungsi otak besar dibagi dalam 2 bagian yaitu: otak kiri dan otak kanan.
Otak kiri
Meliputi kecerdasan linguistic, logis matematik dan naturalistic.
Kecerdasasan linguistic adalah kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Penulis, jurnalis, penyair, orator dan pelawak adalah contoh nyata orang yang memiliki kecerdasan linguistic.
Kecerdasan Logis matamatic adalah kemampuan berpikir (menalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis-jenis keterampilan yang  sangat dikembangkan pada diri para ilmuwan, ekonom, akuntan, detektif. Contohnya Albert Einstein, Joh Dewey.
Kecerdasan Naturalistic adalah kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan  kemampuan ini  secara produktif misalnya untuk berburu, bertani serta para peneliti biologi. Contohnya: Charles Darwin, Lamark, Francisco Redi. 
Otak kanan     
Meliputi kecerdasan Visual-spasial,musical, kinestik-tubuh, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal.
Kecerdasan visual-spasial adalah kemampuan berpikir menggunakan gambar, memvisualisasikan hasil masa depan. Membayangkan berbagai hal ada mata pikiran. Ini terdapat pada arsitek, seniman, pemahat, pelaut, fotografer. Contohnya: Picasso, Columbus.
Kecerdasan kinestik tubuh adalah kemampuan menggunakan tubuh secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk baru atau mengemukakan gagasaan dan emosi. Kemampuan ini jelas untuk mengejar prestasi atletik, seni seperti menari dan acting. Contoh: Michael Jorda, Rudolf Nureyev, Charlie Chaplin.
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian,memperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan seperti ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik, fasilitator, politisi pemuka agama. Contohnya: Mahatma Gandhi, Ir. Soekarno, Ronald Reagen.
Kecerdasan Intrapersonal adalh kemampuan menganalisa diri dan merenngkan diri, mampu merenung dalam kesunyai dan menilai prestasi seseorang, meninajau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan tujuan yang hendak dicapai serta mengenal benar dirinya sendiri. Kemampuan ini didadapatkan pada para filosof, penyuluh dan pembimbing. Contohnya: Freud, Roosevelt, Plato.

Suatu pekerjaan rumah bangsa ini, yang harus dilaksanakan ialah apakah orangtua dan sekolah mampu mengembangkan ke depan kedelapan kecerdasan dimana saraf neuronnya yaitu otak besar yang terbagi menjadi belahan otak kanan dan otak kiri telah ada pada setiap anak bangsa ini. Tentunya stimulus, baik bersumber dari lingkungan keluarga maupun sarana dan prasarana yang ada di sekolah sangat berpengaruh pada peningkatan  kemampuan, potensi dan keceredasan anak. Apakah pemerintah sudah konsisten menyiapkan anggaran pendidikan sebesar 20% dan APBN? Terutama dengan otonomi daerah, apakah semua daerah konsisten dengan alokasi dana untuk pendidikan yang telah disetujui DPR? Ternyata masih banyak daerah yang berbuat banyak untuk pendidikan di daerahnya, walau ada beberapa daerah yang mulai sadar bahwa pendidikan itu sangat penting  karena melalui pendidikan akan meningkatkan  Sumber Daya Manusia sehingga mereka mengalokasikan dana 20% atau mendekati 20%.
Memang factor social ekonomi orang tua / masyarakat sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Indonesia Negara yang memiliki Human Development Indeks yang termasuk rendah, sehingga tingkat pencapaian pendidikan  siswa di Indonesia terbilang rendah.
Hasil The Programme for International Student Assessment atau PISA, yang menilai kesiapan siswa berusian lima belas tahun untuk mengaplikasikan pengetahuan dan life skills yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari, menempatkan capaian siswa Indonesia di lapisan bawah di semua bidang studi (membaca, matematika, dan sains). Tidak sekedar member peringkat, penyelenggaraan PISA sebenarnya ditujukan untuk memberi informasi berharga bagi para pengambil kebijakan pendidikan di berbagai Negara termasuk Indonesia guna menentukan langkah strategis yang tepat bagi pemenuhan hak anak akan pendidikan bermutu.
Salah satu penelitian penting yang memanfaatkan kekayaan data PISA dilakukan J Douglas Willms (2006) dari UNESCO Institute for Statistics. Selain menggunakan data PISA 2000 dan 2002 dengan menfokuskan pada kemampuan membaca, Willms juga menggunakan data tahun 2001 dari The Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang bertujuan menilai kemampuan membaca siswa kelas IV SD. Willms menelaah kontribusi factor social ekonomi – baik kondisi social ekonomi siswa, sekolah, maupun Negara – terhadap kemampuan membaca. Ia menggunakan salah satu metode statistic paling mutakhir saat ini, Hierarchial Linear Modeling (HLM), yang amat tepat digunakan pada data bertingkat (multi-level data).
Dengan HLM, kontribusi kondisi social ekonomi sekolah maupun Negara terhadap prestasi belajar siswa, di luar kondisi social ekonomi siswa, dapat dijelaskan. Kondisi ekonomi siswa, antara lain, meliputi tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, struktur keluarga, dan ketersediaan fasilitas pendidikan di rumah, termasuk buku-buku computer. Kondisi social ekonomi sekolah diukur oleh kualitas infrastruktur sekolah, seperti ketersediaan alat-alat penunjang proses pembelajaran, kondisi gedung sekolah, kualifikasi guru, ketersediaan computer, dan perangkat lunak penunjang proses pembelajaran, rasio guru dan murid, waktu yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, disiplin, dan rasa aman di sekolah, serta dukungan orang tua terhadap sekolah.
Hasil penelitian itu menegaskan kembali fakta, factor social ekonomi amat dominan dalam menentukan keberhasilan siswa, meski bukan satu-satunya. Secara umum, kemampuan membaca siswa di Negara-negara yang tergabung dalam The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), yang berpendapatan tinggi lebih baik ketimbang di Negara-negara non-OECD, yang mayoritas berpendapatan rendah, kecuali Singapura dan Hongkong. Ditunjukkan pula, kesenjangan prestasi siswa dari keluarga berpenghasilan tinggi di Negara-negara berpenghasilan rendah masih tertinggal disbanding siswa dari keluarga berpenghasilan tinggi yang tinggal di Negara-negara makmur.
Kondisi social ekonomi sekolah juga berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam membaca, di luar kontribusi factor social ekonomi siswa. Secara umum, siswa akan memiliki peluang lebih besar untuk berprestasi bila sekolah mereka memiliki kondisi social ekonomni lebih baik. Sebaliknya, mereka cenderung berprestasi lebih rendah dari yang semestinya, bila sekolah memiliki kondisi social ekonomi lebih lemah. Dalam hal ini, kelompok yang paling dirugikan adalah siswa dari keluarga berpenghasilan rendahyang belajar di sekolah-sekolah yang memprihatinkan. Orangtua mereka tidak memiliki kemampuan ekonomi memadai untuk mengompensasi rendahnya mutu pendidikan yang diterima anak-anak mereka di sekolah.jadi siapkah kita menuju Kawasan bebas di tahun 2015 ?

biografi Imam Achmad ,Wartawan Harian Rakyat

                          Imam achmad Lahir di Semarang, 19 Januari 1929. Sekolah HIS Semarang, SMP Semarang/Kendal. Proklamasi kemerdekaan ikut AMRI ( Angkatan Muda R.I), terlibat pertempuran 5 hari yang penuh dendam, tahanan Jepang Sakura (sipil) dibantai habis dipenjara bulu mungkin karena Jepang tidak mau memberi senjata kepada pemuda, Jepang di Semarang itu batalyon tempur bukan batalyon teritorial (KIDO BUTAI). Akibat batalyon tersebut mengamuk, diselokan sekitar tugu muda penuh dengan mayat polisi, istimewa kita ada yang tanpa kepala, semuanya terikat tangannya, mengerikan, setelah pertempuran selesai, serombongan pemuda (dari daerah Poncol) keluar dari penjara Bulu dengan sempoyongan dan berbau karena ditahan Jepang 3 hari tanpa diberimakan minum, untung Inggris segera mendarat di Semarang,kalau tidak para pemuda itu mati kelaparan dan kehausan. Di daerah Semarang akibatnya sulit mendapatkan senjata. Setelah Semarang diduduki Inggris yang diboncengi NICA perlawanan mundur keluar kota, saya kebarat dan bergabung dengan pesindo pembelaan dan ditempatkan di front Semarang Barat, kemudian ada bentukan TP Batalyon 200 Semarang, saya karena dinilai sudah berpengalaman dalam perjuangan dipilih menjadi anggota. TP batalyon 200 seksi kendali ditempatkan di front Semarang Tenggara (Mranggen). Doorstoot Belandabatalyon 200 mundur ke Solo dan sebagian anggota dikirim ke Madiun untuk menjadi TGP (Tentara Geni Pelajar) termasuk saya, tetapi saya memilih pulang kedaerah Kendal, kebetulan di daerah Kendal ada pasukan kyai Birru yang mempunyai persenjataan cukup lengkap mempunyai mitraliur “water mantel”, banyak pemuda pelajar Kendal yang bergabung, ada koman dan seksinya mahasiswa kedokteran. Pasukan ini di bawah pimpinan bupati Kendal Soekarmo. Menurut teman yang pernah membaca “memoir” seorang tentara Belanda pasukan tersebut masuk dalam  daftar yang ditakuti Belanda. Tapi sayang bupati tersebut terbujuk oleh Amir Syarifuddin menjadi anggota FDR, nyaris beliau mati di brondong peluru tentara dan senjata pasukan Birru di rampas TNI. Terjadi gencatan senjata lagi, saya melanjutkan sekolah SMA di Magelang. Belanda menyerang lagi secara besar-besaran menerjunkan pasukan paying di Maguwo, saya kembali ke front Kendal bergabung dengan TNI di staf territorial Kendal (KDM Kendal) kalau sekarang KODIM, kabupaten Kendal itu terdiri dari 5 kawedanan, 4 kawedanandipimpinolehpelajarsebagaiperwira territorial (PTKW), KDM dipimpinolehkapten TNI taktis di bawah batalyon pamuju, resimen “kuda putih” pimpinan Achmad Yani. Penyerahan kedaulatan para pelajar di demobilisasi dan dikembalikan lagi untuk belajar, saya memilih di SMA B1 karena untuk pelajar-pejuang dinamakan SMA peralihan dan digabung dengan sekolah belanda (VHO) semarang, sebagian gurunya masih belanda, padahal kita kebanyakan tidak fasih bahasa belanda. Akhirnya saya bisa lulus dan melanjutkan ke Jogjakarta mendaftar UGM jurusan teknik sipil, tetapi drop out karena tidak lulus dalam pelajaran ilmu pasti dan ilmu alam. Menjadi mahasiswa UGM ini saya kadang membuat karikatur untuk majalah mahasiswa “GAMA” inilah permulaan saya menjadi karikaturis. Karena merasa tidak mampu menjadi insinyur sipil saya kemudian mendaftar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). Oleh direkturnya dijanjikan tahun berikutnya akan dibuka jurusan arsitektur, tetapi sampai saat ini ASRI Jogjakarta tidak ada jurusan arsitektur, UGM malah sekarang ini sudah ada jurusan arsitektur.
            Di Jogjakarta bekas pelajar pejuang diurus oleh KUDP (kantor urusan demobilisasi pelajar) dan kantor urusan veteran jogjakarta saya digolongkan sebagai veteran golongan A. Tetapi waktu sudomo berkuasa disuruh mendaftar ulang tetapi saya tidak berminat lagi mendaftar kemana saya tidak tahu. Tidak apalah saya selama belajar tidak dipungut bayaran malahan mendapat uang saku cukup untuk hidup sebulan. Tetapi setelah lulus saya harus mau menjadi pegawai negeri, maka setelah lulus ASRI saya menjadi guru setingkat SMA. Kebetulan teman saya selagi di ASRI bernama ALI BASAM (pelukis terkenal) yang kemudian menjadi direktur ASRI yang menjadi guru di taman siswa, akan keluar karena kesibukannya, meminta saya untuk menggantikannya maka akhirnya saya menjadi guru negeri diperbantukan di taman siswa, malahan saya diminta menjadi ketua bagian organisasi ibu pawiyatan. Di kemudian hari timbul perpecahan antara golongan “kiri melawan golongan nasional dan PSI”. Di bawah ki mohamad tauchid (terkenal PSI). Keluarga nyi hajar berpihak kepada ki mohamad tauchid meskipun putra bungsu beliau ada yang menjadi wartawan HARIAN RAKYAT. Karena solider dengan kawan-kawan golongan kiri, saya mengundurkan diri dari taman siswa meskipun saya dipertahanka supaya jangan mengundurkan diri. Selama di taman siswa saya sudah sering mengirim karikatur ke Harian Rakyat, saya pada permulaan 1965 pindah ke Jakarta, kebetulan pada waktu itu Harian Rakyat membutuhkan karikaturis maka saya diterima sebagai wartawan yang ditugasi mengurus karikatur. Pecah G30 S saya ditangkap lebih kurang satu tahun saya disekap dan satu tahun lagi menjadi tahanan kota. Masalahnya kemudian bagaimana saya bisa menghidupi keluarga. Untunglah ada beberapa teman zaman perjuangan yang membantu, kemudian saya bekerja di suatu Biro arsitek dan belajarlah saya menggambar bangunan. Jadilah saya arsitek “freelance” yang kemudian diakui dan diterima menjadi anggota IAIC (ikatan arsitek indonesia) lumayanlah hidup saya. Tetapi sekarang karena usia makin lanjut menjadi semakin loyo, daya ingat juga sudah makin berkurang, mata pun mulai rabun karena katarak, jadilah saya pengangguran, tetapi atas izin Allah SWT masih mampu menyelesaikan buku ini meskipun di sana-sini saya merasa masih kurang jelas tetapi saya berdo’a mudah-mudahan bisa jadi bekal generasi muda untuk memperjuangkan keadilan dan kemakmuran di negeri Indonesia tercinta.

pendapat Dr Asvi Warman Adam tentang buku Marxme dan kehancuran PKI

ENDORSEMENT
Sejarah Lisan berjasa dalam memberi suara kepada korban yang selama puluhan tahun dipaksa  membisu.  Namun Sejarah Lisan juga mengandung kelemahan karena memberi “kesempatan kedua” kepada pelaku sejarah sejarah dalam mereposisi masa lalu dirinya. Ketegangan antara kedua kutub tersebut tergambar pada buku yang merupakan  dialog lintas generasi ini.
Imam Achmad wartawan Harian Rakyat sejak awal 1965 mengungkapkan bahwa karikaturnya yang diturunkan pada tanggal 1 Oktober 1965 ternyata dari semula sudah diblok hitam, namun karena ia kalah suara, karya itu dimuat juga. Ia bercerita secara singkat saat-saat genting dalam peralihan kekuasaan 1965 tetapi apakah kehancuran PKI lebih banyak disebabkan oleh kesalahan Aidit dan Nyoto?
DR. RAsvi Warman Adam,  Sejarawan LIPI     


Kehancuran PKI


BUKU MARXISME DAN KEHANCURAN PKI


Dapatkan Di Gramedia terdekat di tempat qnda IDR 29.000