Rabu, 02 Januari 2013

kapita selekta sejarah SMA

Rangkuman Sejarah

  1. Pengertian dan ruang lingkup Sejarah :

A.     Secara etimologi maka kata   sejarah berasal dari  bahasa Arab yaitu syajaratun  yang berarti Pohon kayu. Sejarah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sebab  pelaku    dan    obyek   kajian   sejarah    adalah manusia. Pada zaman dulu yang dipelajari dari sejarah umumnya tentang dinasti atau silsilah raja-raja.
.
B.     Secara definisi sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa masalampau manusia. Menurut Ibnu Khaldun, sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan  yang terjadi pada watak masyarakat.  

C.     Ciri dari seseorang yang telah belajar sejarah  adalah tertanamnya pola berpikir historis. Pola ini selain mencerminkan sikap kritis, analitis dan argumentatif juga  akan membentuk sikap arif dan bijaksana.  Orang yang belajar sejarah akan berpandangan tiga dimensi (masa lalu masakini, dan masa yang akan datang) jadi sejarah memiliki ciri: progresif dan  kontinue.Orang yang telah belajar sejarah jika berbicara maka akan selalu berlandaskan data dan fakta (data yang sudah teruji)

D.     Selain untuk memperoleh gambaran tentang peristiwa dan kejadian kehidupan masyarakat pada masa lampau, sejarah juga memiliki kegunaan untuk menghadapi kenyataan hidup sehari-hari.Terkait dengan guna sejarah maka guna sejarah ada 4 yaitu edukatif (pendidikan ) contoh kita belajar tentang nilai-nilai kearifan para pendahulu, guna instruktif (pengajaran ) kita belajar dari pengetahuan atau ilmu para tokoh /peristiwa. Guna inspiratif : kita dapat terinspirasi melakukan sesuatu dari sejarah. Dan Guna rekreatif : sejarah dapat memberi perlawatan jiwa /ruh ke masa lampau/suatu peristiwa.

E.     Sejarah dapat dikatakan sebagai ilmu karena memenuhi persyaratan keilmuan  dalam pengungkapan peristiwa  masa lalunya. Seperti. (logis, rasional, obyektif dan empiris / dapat dibuktikan kebenarannya.serta menggunakan metodologi/ tahapan  keilmuan tertentu;

F.     Metodologi sejarah berikut ini seperti : 1. Pemilihan Topik menentukan kajian penelitian. 2. Heuristik (pengumpulan data atau sumber sumber-sumber sejarah serta mencari informasi mengenai topik penelitiannya baik yang bersifat artifactual (kebendaan), sumber tertulis maupun sumber lisan  ) . 3. Verifikasi Kritik eksternal (otentisitas keaslian dari sumber sejarah) dan kritik internal (kredibilitas isi dari peninggalan sejarah.4. Interpretasi (melakukan penafsiran) dan 5. historiografi yakni penulisan / rerekonstruksi sejarah. Pada saat sejarawan akan merekonstruksi  kisah sejarah, maka kemampuan seni dan  imajinasi yang tinggi menjadi tuntutan utama. Bahkan pada tahapan ini obyektivitas sejarawan kadang ditantang, mampukah ia enghilangkan ego atau kepentingannya.
 
2.      Tradisi masyarakat pra aksara=nirleka (belum ada tulisan)
Kenangan masa lalu yang dimiliki oleh masyarakat yang belum mengenal tulisan diwariskan kepada generasi  baru melalui jalur keluarga dan masyarakat  dengan  proses sosialisasi, enkulturasi dan internalisasi dalam bentuk: bahasa rakyat, cerita rakyat, nyanyian rakyat yang kesemuanya itu dikenal dengan Folklore lisan

Tradisi Masyarakat pra aksara seperti” Upacara ritual, nyanyian rakyat dan pengetahuan kepada masyarakat di daerah tertentu dan merupakan salah satu sumber sejarah yang dikenal dengan nama folklore.
Tradisi  masyarakat  yang  belum  mengenal  tulisan  (prasejarah)  tersimpan dalam bentuk folklore: mitos, dongeng, legenda, upacara dan nyanyian rakyat. Semua bentuk tradisi tersebut sangat bermanfaat bagi sejarawan untuk mengungkap peristiwa masa lalu. Sementara untuk pemerintah sangat bermanfaat sebagai aset budaya.

  ciri-ciri Tradisi folklore sebagai kebudayaan adalah biasanya anonim
1.      irasional dan dan tidak logis
2.      menjadi milik bersama bukan istana centris
3.      diturunkan secara turun temurun
4.      disampaikan secara lisan

  1. Masyarakat prasejarah dan Kebudayaannya.
Manusia purba Indonesia  berasal dari daratan Asia yang umurnya lebih tua . Perpindahan  manusia  ini(migrasi penduduk ) terjadi  bergelombang Peradaban ini dikenal dengan peradaban Proto Melayu dan deutro melayu.
Berdasarkan kesimpulan para pakar,  nenek moyang  bangsa Indonesia bukanlah  manusia purba seperti (Pithecantropus Erectus, Homo Soloensis ataupun Megantropus Paleojavanicus) Jenis manusia purba  tersebut diperkirakan sudah punah sejak ribuan tahun lalu. Setelah kepunahan tersebut kepulauan Indonesia dihuni oleh manusia dari Teluk tonkin (Yunan) yang  tergolong pada ras..Austro melanesoid ( Percampuran  bangsa juga terjadi antara Melanesoid dan Europaeide )
peradaban Proto Melayu  pendukungnya adalah budaya Mesolithikum. Lokasinya berada di daerah Teluk Tonkin di Indocina. telah ditemukan pusat peradaban pra sejarah yaitu peradaban Bacson di pegunungan Bacson dan di daerah Hoabinh menghasilkan  bangsa Austronesia. Bangsa ini pada zaman neolithikum menyebar ke Indonesia.
Peradaban deutro melayu ini adalah peradaban di Asia Tenggara dengan ciri khas  dikenal dengan kebudayaan Perunggu. Masyarakat pendukungnya adalah  Deutro Melayu/melayu muda .
Nama  Dongson diambil berdasarkan nama tempat di Tonkin yang dijadikan penyelidikan pertama kebudayaan tersebut.  Peradaban ini  berlokasi di kawasan Sungai Ma, di Teluk Tonkin, Vietnam Berdasarkan hasil eksplorasi tahun 1920 ditemukan berbagai peralatan dari perunggu yang dianggap berkaitan dengan kebudayaan Yunan, sebelah barat daya Cina  dan Indonesia. 

ciri-ciri manusia purba   Meganthropus Paleojavanicus (manusia raksasa) yang dianggap sebagai manusia tertua di P. Jawa yang diitemukan di desa Sangiran lembah sungai bengawan Solo oleh Vons Koeningswald 1941.adalah sebagai berikut :
1.      Ukuran tubuh sangat besar dan kuat
2.      Tulang rahang bawah besar,
3.      Gerahamnya perpaduan (kera dan manusia)
4.      Tidak memiliki dagu
5.      Ditemukan dilapisan pleistocen Bawah

Sedangkan ciri-ciri Pithecantropus Erectus(manusia kera yang sudah berjalan tegak) adalah sbb;
1.      Ditemukan didesa Trinil lembah sungai Bengawan Solo
2.      Sudah berjalan tegak seperti manusia
3.      Ditemukan oleh Eugene Dubois 1890
4.      Volume otak 900cc
5.      Duduknya kepala diatas leher
6.      Tulang kening menonjol ke muka
7.      Tulang kaki cukup besar
8.      Geraham masih besar
9.      Kedudukannya anatara kera dan manusia (charles Darwin)

                   Kebudayaan Masyarakat zaman prasejarah  terbagi menjadi ;
1.    Zaman Paleolithikum (nomaden/ berpindah-pindah, food gathering , hidup berkelompok kecil, cenderung dekat dengan sumber kehidupan /air. alat masih kasar )
2.    Zaman mesolithikum ( peralihan dari paleo ke neo jadi transisi atau semi, semi food producing, sudah mengenal berkebun di ladang (huma/ladang berpindah) . alat ada yang sudah dihaluskan ada yang belum dan umumnya dikenal dengan kebudayaan tulang /ngandong)
3.    Zaman neolithikum ( food producing (revolusi neolith dengan bercocok tanam di sawah), mengenal pelayaran, Kehidupan sudah menetap (sadenter) Sudah bertempat tinggal biasanya rumah panggung Sudah mengenal astronomi. Sudah mengenal pelayaran dan perdagangan. Sudah mengenal religi dan kesenian Peralatan sudah halu seperti kapak lonjong dan kapak persegi.Sudah mampu membuat peralatan dari tanah liat (tembikar}
4.    Zaman megalithikum  (berada antara neo dan perundagian) dikenal dengan revolusi religi (dikaitkan dengan peninggalan monumental. (menhir /tugu batu untuk pemujaan, dolmen / meja sesaji, punden berundak /tempat memuja roh nenek moyang dan keranda /peti mati/sarcopagus/pendusa)
5.    Zaman perundagian : zaman logam dikenal dengan kemampuan undagi /skill labour, sudah mengenal pembagian kerja)peralatan (moko/untuk mas kawin , nekara /pemanggil hujan, kapak hias)
      

4.      Masa HINDU- BUDHA
Sejak abad pertama Masehi Indonesia sudah melakukan kontak dagang dengan India. Kedatangan bangsa Hindu telah memperkaya kebudayaan Indonesia dengan tulisan berwujud prasasti.(prasasti tertua (yupa di Kutai abad 5 M, Indonesia memasuki zaman sejarah).Sebelum kedatangan bangsa India Indonesia sudah memiliki dasar-dasar budaya yang kuat. Azas musyawarah untuk pemilihan pemimpin sdh diterapkan dengan prisip Primus interpares (yang utama dari sesama).

Teori-teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu
1.   Brahmana  (kaum pendeta yang menyebarkan agama)
2.   Ksatria (Para bangsawan dan ksatria yang terdesak akibat peperangan  dan mendirikan  kerajaan )
3.   Waisya (Para pedagang berperan dalam penyebaran agama Hindu)
4.   Arus Balik (para pelajar kita yang belajar dan berkunjung langsung ke India untuk memperdalam ajarann agama tsb

Wujud akulturasi antara agama dan kebudayaan Hindu Budha  dengan kebudayaan lokal Indonesia dapat terlihat pada seni bangun adalah :
1.    seni bangunan yang ditunjukkan pada bangunan candi Borobudur dengan lukisan pada reliefnya yang mengambarkan  kehidupanbangsa Indonesia   untuk Budha, sedangkan untuk candi Hindu cukup banyak (Prambanan, Dieng, Jago dll)
2.    Untuk aspek pemerintahan : dikenalnya sistem kerajaan.
3.    Seni kerajinan terlihat pada / langgam amarawati.

5. Kedatangan Islam
Hubungan perdagangan Indonesia-Islam dilakukan oleh pedagang dari Gujarat (India Selatan) dengan bukti Makam Islam di Tuban Leran (111M). Sementara pengaru Islam dalam kehidupan masyarakat sangat besar antara lain;
1.         Pemerintahan : kerajaan teokratis (berdasarkan syariah agama) Mataram Islam, Demak, Pajang, Samudra Pasai
2.      Sosial         :    pengahapusan kasta yang tidak sesuai dengan prinsip ISLAM
3.      Budaya      : banyak memunculkan tradiisi yang dipadukan dengan Islam.seperti grebeg Maulid, Sekatenan  dll

4.      Seni bangun :  *Masjid Demak (atap tumpang , dan Pendopo)hanya Islam dan Indonesia.
*Menara Masjid Kudus (dengan bentuk candi ) Islam-Indonesia dan Hindu.
                                            * Menara masjid Banten (Islam-Eropa)

Masjid Demak                   Menara masjid Kudus               Menara masjid. Banten
      






6.  Kebijakan kolonial Belanda
Sistem Ekonomi Liberal 1870. Belanda memberlakukan sistem ekonomi Liberal di Hindia Belanda yang menyebabkan Indonesia menjadi semakin tereksploitasi oleh praktek politik pintu terbuka dan penanaman modal asing. ( Indonesia menjadi lahan PMA dan swastanisasi ). Pada masa ini perekonomian bertumpu pada industri agraris.

Pada masa pelaksanaan politik ekonomi Liberal kaum pribumi  tidak mengalami perubahan  nasib secara ekonomi karena ketidak mampuan merespon pasar dunia yang berkembang dan karena Struktur masyarakat yang feodalis dan lambat merespon ekonomi uang.

Pelaksanaan Politik Etis 1901 dicetuskan  oleh Van de Venter.
Kebijakan ini dilakukan dalam bidang  Edukasi, transmigrasi dan irigasi. Kebijakan ini menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat pribumi. Dampak yang paling penting dalam bidang edukasi adalah. Tersedianya pegawai tenaga administratif pribumi trampil dan murah. Bidang ini juga membawa pengaruh munculnya golongan terpelajar (elit nasional yang akan menjadi pelopor dalam pergerakan kebangsaan.

8.  Dampak dari peristiwa besar Eropa
Dampak revolusi industri terhadap kehidupan social masyarakat Indonesia adalah..
1.            Rendahnya upah buruh perkebunan
2.            Pesatnya pembangunan pabrik di Indonesia
3.            Uang tidak hanyasebagai alat tukar tetapi sebagai modal/kapital
dampak revolusi industri  bagi masyarakat Indonesia
1.    bidang  politik , perubahan dari imperialisme kuno ke  imperialisme modern dan terjadinya pembulatan negeri jajahan akibat meningkatnya kebutuhan bahan baku industri
2.    Dibidang ekonomi, diterapkannya sistem ekonomi liberal dan maraknya kapitallisme, negeri jajahan dijadikan daerah pemasaran hasil industri, meningkatnya perdagangan dan sistem ekonomi uang
3.    Dibidang sosial : munculnya stratifikasi baru (golongan borjuis) dan para pengusaha  /pemilik modal
Indonesia menjadi daerah investasi penanaman modal asing untuk perkebunan dan industri

Dampak dari revolusi Perancis bagi dunia Internasional maupun Indonesia.adalah
1.      Berkembangnya paham nasionalisme
2.      Berkembangnya faham Liberalisme dan aksi revolusioner
3.      Munculnya stratifikasi sosial yang baru
4.      Petani tak pernah merasakan menjadi pemilik tanah
5.      Imperialisme dan kolonialisme berkembang di Asia –Afrika

9.  Pergerakan Nasional Indonesia
faktor yang mendorong timbulnya pergerakan nasional Indonesia adalah sbb;
Faktor Internal : Politik diskriminasi dan penderitaan rakyat, Penerapan politik etis yang menyebabkan munculnya golongan terpelajar dan elit nasional,
Faktor eksternal:
 Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia 1905

Gambar penganjur bagi dibentuknya organisasi yang bertujuan mengembangkan pendidikan bagi rakyat demi terangkatnya martabat bangsa.dan budi Utomo






Berbagai organisasi pergerakan nasional pada saat itu menempuh caranya sendiri ada yang moderat dan ada yang radikal. Akibat dampak Semboyan Indie Voor Indiers menjadikan organisasi yang nasional dan radikal tersebut di waspadai oleh pemerintah Hindia belanda seperti Indische Partij, demikian pula dengan Perhimpunan Indonesia dengan semangat untuk kemerdekaan Indonesianya  dan PNI dengan prinsip self helfnya

10.      Kebijakan kolonial Jepang
Kondisi masyarakat Indonesia baik pada masa Hindia –Belanda maupun masa Pendudukan Jepang tidak jauh berbeda yaitu sebagai bangsa yng tereksploitasi dalam berbagai bidang. Kedua pemerintah kolonial tersebut sama- sama mengeluarkan kebijakan politik yang bertujuan untuk menegakkan kekuasaannya di Indonesia.
Kebijakan politik yang diberlakukan pemerintah Jepang yang merugikan perjuangan Indonesia dalam bidang politik  adalah melarang keberadaan organisasi politik
Selama pendudukan Jepang, pemerintah pendudukan bersikap longgar terhadap umat Islam Indonesia (termasuk tidak membubarkan organisasi Islam MIAI), faktor penyebabnyaadalah adanya anggapan masyarakat Islam Indonesia  bersikap anti barat

Kebijakan Jepang dalam bidang pemerintahan : menjadikan pemuda Indonesia sebagai prajurit dalam membantu perang Asia Timur raya (kaigun, Giyugun, PETA)
Bidang sosial (Romusha dan kerja bakti /kinrohosi)

11.      Peristiwa Sekitar proklamasi

Melihat kondisi perang Asia Timur Raya semakin kritis dan kekuatan militer Jepang mulai terdesak, maka pada tanggal 1 Maret 1945, Panglima tentara Jepang XVI Letnan Jenderal Kumakici Harada berusaha mewujudkan Janji Kemerdekaan (PM. Kaiso 9 Sept 1945, Bahwa Indonesia akan diberikan kemerdekaan kelak dikemudian hari, dan bendera merah putih diperbolehkan berkibar di kantor-kantor dengan syarat berdampingan dengan bendera Jepang). Langkah yang dilakukan jenderal tersebut adalah membentuk BPUPKI (Dokuritsu Jumbi Cosakai) dengan tujuan untuk mempelajari hal-hal penting mengenai tata pemerintahan Indonesia

Tanggal 9 Agustus 1945 Marsekal Terauci memanggil  pemanggilan Ir. Soekarno, Muh.Hatta, dan dr. Rajiman Weduyodiningrat ke Dalat Saigon (Vietnam) oleh adalah janji Perdana Menteri Kaiso diberikannya kemerdekaan

Menanggapi berita  menyerahnya Jepang  kepada sekutu , sikap golongan pemuda  Berkeinginan untuk melaksanakan proklamasi secepatnya maka diadakanlah pertemuan 15  Agustus 1945 di ruang laboratorium mikrobiologi.
Pasca kemerdekaan  langkah yang dilakukan pemerintah adalah melengkapi ketatanegaraan Indonesia melalui sidang PPKI 1945. Perubahan tersebut mencakup : membentuk BKR dengan tujuan untuk tidak mengundang serangan sekutu dan Jepang

Melakukan pembentukan 8 provinsi dan 12 kementrian melakukan Perubahan sistem pemerintahan presidensil menjadi parlementer pada awal kemerdekaan berdasarkan maklumat pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan yang lebih demokratis.
Mengingat MPR/DPR belum terbentuk menjedikan KNIP sebagai lembaga legislatif.

12. Pergolakan daerah
Pergolakan daerah melalui berbagai periswa :
DI/TII Jawa Barat (sebab dan tujuan), cari ndiri dnk inikan materi kelas 3
           Aceh oleh Daud Beureuh
            RMS
            PRRI /Permesta

13.   Masa Demokrasi Liberal 1950-1959.
Masa ini ditandai dengan  usaha untuk melakukan perbaikan ekonomi dari sistem ekonomi kolonial ke ekonomi nasional, dan upaya untuk merubah UUDS 1950 melalui badan konstituante dari (1956-1959).
Namun konstituante tidak dapat menyelesaikan tugasnya karena tidak tercapainya Qourum dalam setiap sidang.
Kondisi demokrasi Liberal juga ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet karena beberapa sebab al: Kepentingan parpolnya yang lebih diutamakan, instabilitas politik, dan adanya sistem “ mosi tidak percaya”.
Kondisi jatuh bangunnya kabinet ini membawa dampak pada. :Terjadinya gerakan separatis di daerah-daerah,Terjadinya perdagangan gelap antara daerah-daerah dengan luar, Pernyataan pemerintah RI bahwa negara dalam keadaan bahaya perang.  (feb1957).dilakukan sosialisasiterhadap  Konsepsi Presiden. Konsepsi ini ditolak karena partai-partai politik seperti (masyumi dan PSI) menolak keterlibatan PKI dalam pemerintahan. Dan diakhiri dengan keluarnya Dekrit presiden 5 juli 1959.

14.  Masa Demokrasi terpimpin (Orde Lama 1959- 1967)
Ditandai dengan Dekrit Presiden 5 juli 1959 yang diikuti pembubaran konstituante dan kembalinya UUD 1945 serta pembentukan MPRS dan DPAS. Masa ini penuh dengan berbagai tindakan inkonstitusional. Antara lain :
1.  MPR diangkat berdasarkan penetapan  presiden
2.  Pelaksanaan politik konfrontasi dengan keluarnya Indonesia dari  PBB
3.   Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1960 akibat penolakan RAPBN
4.  Pelanggaran haluan politik luar negeri RI (Bebas-Aktif)
5.  Keluarnya Indonesia dari PBB dan konfrontasi Malaysia.

Pada masa ini juga diterapkan politik Ekonomi terpimpin  dan sistem berdikari. Sistem politik ekonomi ini  berdampak pada Tidak adanya dukungan rakyat dalam pembentukan ekonomi terpimpi Penanganan masalah ekonomi tidak rasional tetapi lebih bersifat politik Tidak  ada ukuran yang obyektif dalam menilai suatu hasil orang lain Terlalu memprioritaskan pembangunan mercusuar. (Stadion Utama Senayan,Jembatan Semanggi, Monumen Nasional).

ciri kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa demokrasi Terpimpin
1.     Tingginya tingkat inflasi ,akibat pemerintah menerapkan politik konfrontasi.
2.     Tidak adanya standar obyektif dalam mengukur keberhasilan pembangunan
3.     Orientasi pembangunan ekonomi untuk kepentingan politik dengan proyek mercusuarnya
4.     Daya beli masyarakat menurun karena tingginya harga kebutuhan
5.     Sistem ekonomi berdikarii tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan umampuan

Selain itu pemerintah juga menerapkan politik konfrontasi dengan negara-negara Oldefo dan Malaysia  karena dianggap malaysia sebagai antek nekoli (neo kolonialisme imperialisme. Indonesia sebagai nefo(new emergency force) lebih condong ke timur dengan membentuk poros Jakarta-Beijing, Pyongyang , Phnomphen dan Moscow.

15. Masa Orde Baru (1967-1998)
Masa ini ditandai dengan  dikeluarkannya supersemar 11 maret 1966. Yang menyebabkan secara tidak langsung berkurangnya kekuasaan pemerintah orde baru. Supersemar ini dikeluarkan dalam rangka melakukan stabilitas nasional pasca gerakan 30 september 1965-PKI.
Pemerintah Orede baru adalah sebuah Koreksi total terhadap berbagai penyimpangan dan penyelewengan Orde Lama.

Pemerintah orde baru mendapatkan tantangan dalam bidang ekonomi dimana terjadinya hiperinflasi yang mencapai 650 % sebagai warisan Orde Lama.menghdapi kondisi tersebut maka langkah Kebijakan awal yang dijalankan adalah masuk kembali menjadi anggota IMF dan Bank Dunia .
Dalam bidang politik pemerintah menerapkan pengelompokan dan penyederhanaan partai politik selama kurun waktu 1968 – 1970 dengan tujuan Menciptakan stabilitas nasional sebagai syarat pembangunan ekonomi. Selain itu pemerintah juga menerapkan Dwi fungsi ABRI dalam rangka  menghadapi jalan tengah dari kekuatan nasionalis dan agamis dan komunis saat orde lama.
Peran ABRI sebagai elit pemerintah menjadi dominan(besar) bahkan pemerintah yang nota bene berlatar belakang militer menjadikan negeri ini menjadi pemerintahan yang militeristik. Peran ABRI tidak hanya sebagai kekutan pertahanan keamanan tetapi sebagai kekuatan sosial bahkan politik.
Pemerintah juga menerapkan Azas tunggal terhadap pancasila dan , dan untuk mengatasi terjadi berbagai tafsir dari pancasila maka  dilakukan penataran P4.
ciri kehidupan ekonomi pada masa Orde Baru
1.      Sentralisasi ekonomi hanya pada kalangan pelaku bisnis (koorporasi) dan kroni kapitalism
2.      Kemakmuran hanya dinikmati sebagian orang saja
3.      Perputaran roda ekonomi sangat bergantung pada dana bantuan asing
4.      Sentralisasi pembangunan hanya pada wilayah pusat dan tidak samapi ke daerah
5.      Terjadinya kesenjjangan sosial /gap yang tinggi antara pusat dan daerah
6.      Maraknya KKN  .(korupsi,kolusi dan nepotisme).dan Kroni kapitalisme.

Pembangunan ekonomi akhir orde baru ditandai debngan pembangunan politik mercusuar seperti : pembangunan IPTN dan proyek Mobil Nasional ( Mobnas Timor) Masa akhir orde baru ditandai dengan krisis ekonomi sebagai dampai dari krisis ekonomi yang melanda Asia. Kondisi ini dimanfaatkan oleh mahasiswa yang didukung tokoh politik yang merupakan oposisi dalam pemerintahan untuk melaksanakan reformasi.
    faktor-faktor yang mendorong timbulnya gerakan reformasi antara lain ;
1.     Pengelolaan ekonomi yang salah arah
2.     Penyimpangan dibidang hukum sangat tinggi
3.     Penyelenggaraan pemilu yang memasung kebebasan
4.     Meluasnya praktek Korupsi, kolusi dan nepotisme
5.     Tuntutan keadilan dan kesejahteraan rakyat
6.     melonjaknya harga-harga di pasaran
7.     KKN merajalela disemua lembaga
8.     Krisis kepercayaan terhadap pemerintah
9.     Pelanggaran HAM semakin marak

Dalam bidang pertanian Orde baru sukses dalam melaksanakan program Revolusi Hijau pada tahap awalnya dan mendatangkan keuntungan yang tinggi bahkan Indonesia mampu swasembada pangan 1984.
Namun dalam perkembangannya telah memudarkan sistem kekerabatan yang menjadi pengikat hubungan antar lapisan. Kondisi ini disebabkan telah berkembangnya pola yang dapat mengakibatkan pola hubungan antar lapisan terpisah menjadi satuan sosial yang berlawanan kepentingan karenaterjadinya  individualisasi hak atas tanah dan komersialisasi produk

program panca usaha tani yang diterapkan selama revolusi agraris menyebabkan  petani dihimbau untuk menggunakan  bibit padi  hasil pengembangan Institut Penelitian Padi  Internasional (IRRI) yang bekerjasama dengan pemerintah. Hal ini telah mengubah pola pertanian subsistensi menuju pertanian komersialisasi

Ciri kehidupan  sosial masyarakat Indonesia  pada masa Orde baru
1.    Semaraknya [[korupsi]], [[kolusi]], [[nepotisme]]
2.    Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat
3.    Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua
4.    Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya
5.    Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)


16. Masa Reformasi (1998-sekarang)
Pengertian “Reformasi “ adalah Upaya memperbaharui dan memperbaiki  tananan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai UUD 1945 dan Pancasila
Jika dipelajari maka kronologi terjadinya reformasi Pemerintahan di Indonesia dapat di  susun sbb:  Pelantikan kabinet pembangunan awal Maret 1999  Kerusuhan masal 13 dan 14 Mei 1998 Berhentinya presiden  dari jabatanya pada pukul 10.00 pada tanggal 21 Mei 1998
Berdasarkan ketentuan pasal 8 UUD 1945 maka diangkatlah
B.J Habiebie sebagai presiden RI untuk menggantikan mantan pres. Soeharto B.j. Habibie yang nota bene sebagai product orde baru dan kroni Soeharto  terpaksa harus melaksanakan agenda reformasi seperti :
1.    Adili Soehato dan Kroni kroninya
2.    Supremasi Hukum
3.    Otonomi daerah
4.    Hapuskan dwifungsi ABRI
5.    Amandemen UUD 45.

17. Perkembangan  IPTEK era Perang Dingin.
Pada Era perang dingin persaingan iptek yang paling canggih terjadi pada inovasi senjata atom  dan Hasil  dari perkembangan revolusi rekayasa elektronika telah berhasil menciptakan suatu penemuan dalam teknologi.sementara perkembangan eksplorasi pesawat antariksa  pada masa perang dunia kedua antaralain dalam bentuk :
1.   Meningkatkan daya dorong roket untuk menaruh satelit ke dalam orbit
2.      program angkasa  berawak  dengan membawa pesawat beserta awaknya   
3.   program menuju bulan  dengan melakukan pendaratan  ke permukaan
     bulan
4.  riset dan penjelajahan planet  untuk menyelidiki keberadaan sisa-sisa bahan organik di permukaan Mars.

Pengaruh Perang dingin bagi Indonesia .
Berkembangnya iklim demokrasi dan jalinan kerjasama regional (ASEAN,, GNB dan APEC (baca sebab dan Tujuan )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar